Tidur yang Melenakan
Jumat lalu aku mengajar di kelas 9. Pada jam terakhir setelah salat Jumat. Bel pun berbunyi, aku langsung menguju kelas yang terletak di lantai dua. Tiba di depan kelas, kulihat hanya beberapa orang siswa saja yang ada. Tak lama kemudian datang beberapa orang siswa. Mereka terlihat santai saja masuk kelas.
"Dari mana saja kalian, sudah jam berapa ini?" tanyaku pada mereka.
"Maaf Bu, kami terlambat", kata Aufi.
Belum aku menyelesaikan pembicaraan, datang lagi dua orang siswa yang berwajah kusut. Siswa yang lain tersenyum-senyum bahkan ada yang tertawa cekikan. Kalau begini situasinya, aku jadi marah. Mereka tidak disiplin dan lalai.
"Ada apa?" memang ada yang lucu?" tanyaku dengan suara meninggi.
"Bu, tadi Ubai tidak salat Jumat, dia tertidur sampai rakaat kedua", Raffi menjelaskan.
"Kamu tidak membangunkan dia?" tanyaku kemudian.
"Sudah Bu. jawab yang lain.
Aku tidak mau memperpanjang masalah ini. Akhirnya ku suruh Ubai salat Zuhur daripada dia tidak salat sama sekali. Apakah cara ini tepat atau tidak ,nanti akan aku tanya sama guru Fikih. Sementara dia salat aku lanjutkan perlajaran Bahasa Indonesia.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Kereen Bu Yurna