GEMES
Tadi malam Aku kedatangan tamu. Sudah kuduga pasti masalah keluhan guru yang akan dibicarakan. Aku dengarkan dengan seksama mesti hatiku bergolak menahan. Entah kenapa saya paling tidak suka ketika melihat kecengengan seseorang yang sedang dalam situasi nyaman. Tamu terus berbicara panjang dan lebar. Sesekali dia minta maaf sambil tersenyum kikuk padaku. Aku tanggapi senyumannya dengan senyum kecut. Tamuku bercerita bahwa di tempat ia bekerja banyak teman-teman guru yang mengeluh. Keberatan menerima ilmu-ilmu yang disajikan untuk mereka. Alasan keberatan mereka karena mereka sudah capek, sudah tua, ingin menikmati masa menunggu pensiun, belajar pensiun dan bermacam-macam alasan yang menurutku tak masuk akal.
Kita semua tahu bahwa saat ini saat pandemi Covid-19, banyak masalah yang kita hadapi. Masih untung bagi guru yang di masa pandemi ini masih mendapat gaji lancar, TPP juga lancar. Coba kalau kita lihat di luar sana para pedagang kecil, para penjual-penjual yang masuk kategori kecil juga, mereka tidak menerima penghasilan seperti biasanya. Belum di sisi lain banyaknya korban PHK. Coba kita bayangkan bagaimana mereka melalui hari-harinya di masa sulit ini.
Saat ini dalam dunia pendidikan memang perlu banyak berbenah. Pembelajaran tatap muka diganti menjadi pembelajaran daring/ online. Kelas nyata dirubah menjadi kelas virtual. Online, online, dan online. Pembelajaran memang harus online meskipun ada beberapa yang pembelajaran di luar jaringan. Tetapi pembelajaran online tidak bisa kita hindari. Maka sekolah harus berbenah membuat kelas maya yang tidak mengurangi pelayanan seperti kelas nyata. Waktu terus berjalan tidak mungkin kembali ke belakang. Kelas virtual disiapkan, tatap muka virtual disiapkan, trus bagaimana dengan gurunya? Tentu gurunya harus siap menjadi guru di kelas virtual.
Untuk menjadi guru di kelas virtual banyak hal yang harus dikuasai. Bisa membuat kelas virtual, bisa masuk di kelas virtual. Bisa mengelola kelas virtual seperti mengabsen siswa, memberi tugas siwa, memberi ulangan siswa, berdiskusi dengan siswa dan lain sebagainya. Upload tugas, materi, media dan masih banyak hal lain yang harus bisa dilakukan guru. Dari semua itu sudah bisa kita bayangkan apa yang harus guru kuasai untuk menjadi guru virtual. Kemampuan IT apa saja yang harus dikuasai guru saat ini. Apakah dengan alasan-alasan sudah tua, akan pensiun, bla...bla...blaa.
Tak perlu memnyikapi dengan berat hati, karena ini semua harus dihadapi. Hadapilah dengan semangat dan positif berfikir, lakukan semaksimal yang bisa. Buang keluhan karena dengan keluhan tidak akan merubah tugas menjadi ringan. Dengan keluhan tidak mungkin tugas menjadi selesai. Jadi lakukan dan lakukan sesuai kemampuan.
Tak kusadari tamuku diam terpaku mendengar ocehanku. Dia juga kadang tersenyum tipis dan kecut.
"Tapi sudahlah, bu. Memang semua perlu waktu. Tapi setidaknya mari kita berusaha untuk memberikan pemahaman kepada teman-teman kita untuk menyadari bahwa kondisi saat ini bukanlah mimpi.
Kupandang sosok gonta tamuku ke luar ruangan setelah berpamitan denganku. Aku berfikir dalam hati bahwa tugasmu dan tugasku memang berat tapi kita tetap harus bersemangat memberi motivasi pada teman-teman kita yang sedang terbelenggu keluhan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar