ASRAMA C-2
Pagi yang indah...
Nyanyian segerombol burung dari sawah yang letaknya tidak jauh dari tempat kos-kosan ku tinggal. Mereka hinggap diatas loteng , melompat kesana kemari berebut sebulir padi yang melambangkan kesejahteraan itu. Kos-kosan ini juga tidak jauh dari areal perbukitan tambang emas di salah satu kota hujan di provinsi tempatku dilahirkan. Suara yang merdu tadi menjadi semu saat diiringi suara geratak gerutuk para mahasiswa yang segera bergegas ke kampus.
“Buruan....cepetlah mandinya...aku sudah terlambat”...sahut salah satu teman yang menggedor pintu kamar mandi yang hanya satu dan selalu jadi rebutan.
“Iya sabar sedikit lah... saya sedang mandi....5 menit lagi lah” ...jawab salah seorang teman.
Ada-ada saja...ulah kawan-kawan di kosan yang bernama Cemara Raya itu...sesuai dengan namanya meneduhkan, aman dan tentram juga ramai seperti jalan raya atau Pasar. Di kosan itu aku baru 2 bulan. Aku sengaja tidak menyewanya selama 1 tahun karena masih mencari-cari kos-kosan yang sesuai keinginan juga menanti hasil seleksi calon kakak asrama.
*
Kabar baik itu datang juga , aku senang dan bersyukur, hati ini gembira rasanya seperti mendengar alunan lagu religi kesukaanku “Alhamdulillah” yang dibawakan oleh penyanyinya dengan begitu syahdu dan syarat makna. Tak lupa kusujud syukur dan terima kasih tak terhingga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Aku pun diterima menjadi Kakak Asrama setelah melalui proses pendaftaran dan seleksi ketat oleh panitia rekruitment Senior Resident Asrama di Kampus Hijau itu. Nasib yang sangat baik dan menjadi kebanggaan tersendiri mengingat banyaknya peserta yang ikut mendaftar . Aku bersama 30 senior lain diterima menjadi Kakak Asrama atau yang lebih dikenal dengan sebutan Senior Resident (SR) mengalahkan ratusan pendaftar lain dari berbagai Fakultas dan Jurusan.
Senior yang terpilih biasanya memiliki kriteria khusus, baik prestasi akademik manupun non akademik. Kriteria kelulusan pertama berdasarkan kemampuan hardskill dengan indikator IPK minimal 2,75 dan segudang prestasi akademis lainnya. Kemampuan non akademik pun diukur dan ditimang-timang mengingat seorang SR harus mempunyai jiwa leadership yang tinggi, komunikasi interpersonal yang mumpuni, peka terhadap lingkungan dan bisa dijadikan tauladan disertai jiwa spritual yang matang. Kriteria lainnya adalah kemampuan organisatoris dengan dibuktikan keaktifan kegiatan sehari-hari dalam organisasi kampus baik sebagai anggota maupun pengurus aktif. Kemampuan soft skill juga menjadi tolak ukur utama dengan syarat lulus ujian tertulis psikotest dan wawancara eksklusif dengan pejabat teras Kampus.
**
Aku pun teringat saat proses wawancara yang menegangkan itu. Dengan penampilan sederhana ku kenakan kemeja putih lengan panjang plus dasi beserta celana panjang hitam sedikit diatas tumit. Tak lupa kusisir rambut yang cepak hingga kelimis. Sedikit parfum beraroma khas kesturi pemberian paman yang kusemprotkan ke tubuh juga pakaian agar penampilanku rapih, bersih, harum dan berwibawa serta mengesankan.
Tak kuduga dibalik wajah-wajah keren dan sosok berwibawa yang hadir tersimpan makna dan arti tersendiri. Wawancara yang dihadiri Wakil Rektor III, Direktur Kemahasiwaan, Direktur Asrama, Manager Unit Asrama dan perwakilan Dekan berbagai Fakultas itu sangat mengesankan hingga sekarang. Mereka adalah orang-orang hebat, dosen sekaligus peneliti, juga pemimpin yang amanah di jabatannya masing-masing. Dan yang paling menegangkan adalah mereka sebagai penguji yang akan bertanya mengupas seluk beluk calon Senior Resident di Kampus itu.
“Mas Didi....silahkan masuk ! “ ucap Pak Direktur Kemahasiswaan yang selalu membantu dan menunjang kinerja Pak Wakil Rektor bagian Kemahasiswaan itu.
“Terima kasih Pak...” aku pun langsung duduk setelah menyalami dan menghampiri mereka satu per satu.
“Mas Didi dari Fakultas Kedokteran Hewan yah...semester lima dan hobi bermain sepak bola.” pertanyaan Pak Direktur yang membuat aku terkejut dan kaget. Pikiran ku pun bertanya darimana Pak Direktur mengetahui informasi yang begitu akurat dan lengkap mengenai saya.
“Oh mungkin Pak Direktur melihat dan mencari di database Kemahasiswaan atau melihat CV yang kuserahkan panitia kemarin “ pikirku positif.
Lalu beliau pun bertanya apa motivasi dan tujuan saya melamar sebagai SR di Asrama yang diperuntukan bagi mahasiswa baru itu.
“Mencari tantangan dan pengalaman Pak....” jawabku sederhana namun kompleks mengingat tugas seorang SR yang begitu berat dan menantang bagi siapa pun. Karena seorang SR adalah panutan, suritauladan serta seorang kakak yang bertanggung jawab penuh dengan adik-adiknya baik di dalam maupun di luar Asrama. SR mempunyai tugas membimbing secara akademik maupun non akademik yang harus selalu dilaporkan kepada Manager Unit selaku penanggung jawab gedung Asrama.
“Ok....Selamat Mas Didi diterima menjadi seorang Senior Resident.....Selamat mendapat amanah baru.” Pak Wakil Rektor III langsung memutuskan setelah pertanyaan-pertanyaan lain para panelis ku jawab dengan singkat, padat, tepat dan tidak bertele-tele.
***
Together to be better semboyan Asrama yang harus dipahami oleh seluruh penghuni asrama termasuk seorang SR. Makna yang teramat dalam, di dalam asrama ini tiada perbedaan golongan, status, latar belakang sosial. Seluruh mahasiswa baru yang berasal dari segenap penjuru negeri inii wajib masuk asrama tanpa terkecuali. Tujuannya agar tercipta kebersamaan dan rasa keadilan, merasakan rasa senasib sepenanggungan dan solidaritas yang tinggi juga jiwa persaudaaraan Bhineka Tunggal Ika.
Aku pun bertugas di Gedung C-2 lorong 6 nomor kamar 199 bersama satu rekan SR lain dari Fakultas Pertanian. Malam pertama menginap di kamar ini. Menjadi saksi sejarah dan kisah klasik tak terlupakan. Karena kami adalah SR angkatan perdana. Dengan adanya SR diharapkan mahasiswa baru menjadi terbantu dalam menghadapi segala permasalahannya.
Setelah berbincang bersama sambil mencicip kacang rebus dan kopi hangat membuat malam kian larut. Kami pun mengantuk dan tertidur pulas di ranjang masing-masing yang bertingkat dua dari kayu jati.
****
(Bersambung....)
#tantanganmenulishariketujuh
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Terbayang ketika mahasiswa dulu. Keren pak.
Terima kasih Ibu. Salam literasi
Bagus pak
Terima kasih Ibu. Salam literasi
Keren bingits Dok Yudi. Salam sehat dan sukses selalu Dok.
Terima kasih Dok. Salam sehat dan sukses kembali Dok....Alhamdulillah