Yelvia Septi Mayenti, M.Pd

saya Yelvia Septi Mayenti,M.Pd guru Sosiologi Aktif di SMA N 1 Seberida Kabupaten Indra giri Hulu Propinsi Riau. memiliki impian meninggalkan Jejak...

Selengkapnya
Navigasi Web
PEMAIN UTAMA
Dokumentasi keluarga

PEMAIN UTAMA

DUA TUGAS PEMAIN UTAMA

Kalau boleh menyebut kehidupan ini sebagai sebuah film.. Maka kisah kita masing-masing sebenarnya adalah cerita paling epic, paling kolosal dan paling luar biasa ratingnya.

Bagaimana tidak..??

Kisah kita melibatkan begitu banyak tokoh.

Ceritanya tak bisa ditebak. Dan endingnya pun tak ada yang bisa menduga.

.

Ada episode yang membuat kita bisa tertawa riang gembira. Tapi ada juga episode yang membuat kita tertegun sedih dan pilu tak terkira.

.

Yang menonton kisah kita pun persis sama perilakunya seperti para penonton film-film pada umumnya.

Mereka berkomentar dengan mudahnya..

Dan mengira bahwa sebagai pemain, kita penuh dengan kenikmatan dan kesenangan.

.

Bahkan tak jarang, ada yang bela-belain mencari tahu kisah kita untuk dibicarakan dengan teman-temannya. Untuk dikuliti habis-habisan bagaimana peran dan akting kita.

.

Yah.. apapun itu.

Kita tetap pemain utamanya. Kita yang menjalani.

Mau seperti apapun komentar orang, kita yang tahu bahwa semua ini pun bukan semata-mata keinginan pribadi.

Kita hanyalah pemeran yang ditugasi menjalani kehidupan.

.

.

Dan bicara tentang tugas pemain utama.. Tugas kita itu ya hanya dua.

.

➡️ Pertama.. totalitas di setiap peran. Jangan protes. Jadilah versi terbaik di saat itu.

.

Kalau sedang disuruh senang, ya jadilah orang yang menampakkan rasa syukur.

Jadilah versi terbaik di saat sehat.

Jadi versi terbaik di saat kaya.

Jadi versi terbaik di saat lapang.

.

Kalau cerita sedang sedih, ya lalui dengan sabar dan tahu diri.

Jadi hamba terbaik saat sempit.

Jadi hamba terbaik saat sakit.

Jadi hamba terbaik saat keadaan berada di titik terendah.

.

➡️ Yang kedua.. tugas setiap pemeran adalah, jangan bocorkan jalan ceritanya kepada siapapun.

.

Jangan banyak bicara tentang bagaimana peranmu, bagaimana alur hidupmu, apa yang kau rasakan dan betapa sulitnya adeganmu.

.

Belum waktunya kawan..

Kisahmu belum dirilis.

.

Selesaikan dulu proses syutingnya. Selesaikan sampai akhir.. baru nanti saat waktunya tiba. Kisahmu akan dilihat orang.

.

Dan mereka akan tahu dengan sendirinya.. bagaimana sebenarnya dirimu dan kehidupanmu.

.

اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰ ثَا رَهُمْ ۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْۤ اِمَا مٍ مُّبِيْنٍ

"Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuz)." (QS. Ya-Sin: 12)

.

Ketika saat itu tiba, kita baru akan tahu dengan pasti. Bagaimanakah akting kita selama ini.

(Belilas, Selasa 23 Juli 2024)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Super sekali Bu yelvi, berkali-kali saya baca tulisan ini, sangat menarik dan kreatif. Banyak pesan yang disampaikan untuk menjadi seorang manusia. Mantap Bu yelvi. Salam dari Sidrap provinsi Sulawesi Selatan

25 Jul
Balas



search

New Post