GEN Z PUTUS SEKOLAH ...HARUS KEMANA ??
Di era digital saat ini, anak-anak muda dari generasi Z (Gen Z) sering menghadapi stigma sebagai generasi yang malas kuliah dan terlalu asyik dengan gadget atau gaya hidup nongkrong di kafe. Fenomena ini memunculkan keresahan di kalangan orang tua yang khawatir akan masa depan anak-anak mereka. Namun, jika kita melihat lebih dalam, ada peluang besar untuk memanfaatkan potensi Gen Z melalui pendekatan yang lebih relevan dengan kebutuhan mereka. Salah satunya adalah program pelatihan yang ditawarkan oleh Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), yang sebelumnya dikenal dengan nama Balai Latihan Kerja (BLK).
Tidak bisa dipungkiri, Gen Z memiliki pola pikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka cenderung lebih praktis, menyukai hal-hal yang memberikan hasil instan, dan memilih ilmu yang langsung bisa diaplikasikan di dunia nyata. Menurut survei, banyak anak muda merasa bahwa pendidikan formal seperti kuliah tidak selalu relevan dengan kebutuhan industri kerja saat ini.
Alih-alih menghabiskan waktu bertahun-tahun di bangku kuliah, mereka ingin belajar keahlian yang bisa segera menghasilkan pendapatan atau membuka peluang wirausaha. Namun, tanpa panduan yang tepat, mereka bisa terjebak dalam kegiatan yang kurang produktif, seperti nongkrong tanpa arah atau sekadar bermain gadget.
Pemerintah melalui BPVP Kemenaker hadir sebagai solusi atas tantangan ini. BPVP merupakan lembaga pelatihan yang dirancang untuk memberikan keterampilan kerja praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Berikut adalah program-program unggulan yang ditawarkan oleh BPVP:
1. Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK)Program ini dirancang untuk melatih peserta agar memiliki keterampilan tertentu sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Beberapa bidang yang banyak diminati adalah:
Teknologi informasi (programming, desain grafis, digital marketing). Konstruksi (teknik las, kelistrikan). Pariwisata (hospitality, kuliner). Kewirausahaan (manajemen bisnis, pengolahan produk lokal). Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional. Sertifikasi ini memberikan nilai tambah di dunia kerja, membuat peserta lebih mudah diterima di perusahaan atau membangun usaha mandiri.BPVP tidak hanya fokus pada penciptaan tenaga kerja, tetapi juga mendorong terciptanya wirausahawan muda. Pelatihan ini meliputi strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan produk.
BPVP bekerja sama dengan berbagai perusahaan untuk memastikan pelatihan yang diberikan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Beberapa program bahkan menawarkan magang atau penempatan kerja setelah pelatihan.
Manfaat Program BPVP untuk Gen ZProgram pelatihan dari BPVP menawarkan banyak manfaat bagi Gen Z, di antaranya:
Keterampilan Siap Kerja: Pelatihan yang langsung terfokus pada skill praktis mempersingkat waktu persiapan mereka untuk masuk ke dunia kerja. Biaya Gratis atau Terjangkau: Sebagian besar program pelatihan disubsidi oleh pemerintah sehingga terjangkau bahkan untuk masyarakat dengan keterbatasan ekonomi. Fleksibilitas Waktu dan Lokasi: Dengan adanya MTU, peserta bisa belajar di waktu dan tempat yang lebih fleksibel. Peluang Wirausaha: Untuk mereka yang ingin mandiri, pelatihan ini juga membuka pintu untuk memulai usaha kecil-kecilan.Orang tua perlu memahami bahwa pendidikan formal bukan satu-satunya jalan menuju sukses. Dengan mengarahkan anak-anak mereka untuk mengikuti pelatihan di BPVP, kekhawatiran akan masa depan bisa diminimalkan. Sementara itu, anak-anak muda Gen Z akan merasa lebih diberdayakan karena mereka belajar hal-hal yang relevan dan langsung bisa menghasilkan pendapatan.
Fenomena "malas kuliah" di kalangan Gen Z sebenarnya tidak harus dipandang negatif. Dengan program pelatihan BPVP Kemenaker, anak muda bisa mendapatkan keterampilan yang langsung bermanfaat untuk memasuki dunia kerja atau merintis usaha. Inilah saatnya orang tua dan pemerintah bekerja sama untuk mengarahkan potensi besar generasi ini ke arah yang lebih produktif dan bermanfaat bagi masa depan mereka.
Semoga informasi ini bermanfaat...salam
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Semoga informasi ini bisa menjadi solusi bagi bpk/ibu guru beserta orang tua yg mengalami fenomena diatas...salam literasi
Semoga informasi ini bisa menjadi solusi bagi bpk/ibu guru beserta orang tua yg mengalami fenomena diatas...salam literasi
Betul sekali. Terimakasih ulasannya
Sama2 Bapak...Trimakasih atas kunjungannya
Boleh saling follow ya Bapak @Husni Mubarrok ?