Segelas Sunkist buat Suami
Oleh : Niswati Leman.
Entah kenapa serasa berat hati meninggalkan rumah untuk sebuah acara arisan keluarga di Kisaran. Pasalnya suami tidak bisa ikut serta karena mau panen sawit. Sedih juga sebenarnya, tapi mau gimana lagi, acara arisan tetap juga harus dilaksanakan karena memang sudah jadwalnya.
Minggu pagi, aku berusaha membuat jus belimbing kesukaannya. Berharap hatinya senang dan bahagia. Semua keperluan untuk ke ladang juga sudah aku deketin agar semua peralatan tidak ada yang tertinggal.
Jam sudah menunjukkan jam 08.30 WIB. Pertanda suami harus sudah berangkat. Dengan mengantarkan ke depan pintu seraya berdoa agar aktivitas suami berjalan lancar dan baik-baik saja. Setelah salaman, suami bertanya, "jam berapa nanti berangkat arisannya?". Akupun menjawab, "jam 11.30 WIB, nanti kalau saya mau berangkat pasti telephone papa terlebih dahulu". Suami mengangguk sambil berlalu.
Setelah suami tidak kelihatan dari pandangan, aku masuk ke dalam rumah. Aku berusaha menyelesaikan semua pekerjaan rumah, lalu mandi, lantas pakaian. Jam 12.30 WIB keluar rumah dan langsung menuju sungai bejangkar. Kak Nana ternyata sudah standby disana. Tidak buang-buang waktu kami langsung meluncur ke Kisaran
Sesampai di rumah Ipah, semua orang sudan pada ngumpul. Kami telat mengikuti acara pembukaan. Kami kebagian saat ketika Pak Ustad memberi ceramah. Ceramah Pak Ustad mengambil materi " sakaratul maut". Alhamdulillah ilmuku bertambah. Mudah-mudahan ilmu yang di dapatenambah mendekatkan diri kepada Sang Khalik, kepada sang pencipta langit dan bumi beserta isi sekalian alam. Mudah-mudahan aku senantiasa menjadi orang yang lebih baik dari semalam. Aamiin.
Makan sudah, dengar ceramah sudah, yang belum adlah bayar uang arisan. Setelah kewajiban aku bayar, aku dan Kak Nana bergegas pulang. Setelah berpamitan dengan Uak, bapak, kakak, adek-adek, akupun keluar menuju sepeda motorku, disusul oleh Kak Nana. Setelah sepeda motor aku starter Kak Nanapun naik, berikut kami berlalu dari pandangan.
Dengan kecepatan 70 km/jam kami jalani dengan santai. Pas di ujung Jalan Cokroaminoto, aku melihat ada Sunkist. Aku berhenti, dengan niat mau membeli oleh-oleh buat suami agar hatinya senang. Namun apa yang terjadi, ternyata sunkistnya tidak di jual melainkan untuk juice. Singkat cerita, aku pesan dua cup. Satu untuk suami dan satu lagi untuk Kak Nana
Kami melanjutkan perjalan, sesampai di Sungai Bejangkar kami berpisah, Kak Nana ambil jurusan Talawi sementara aku sendiri melanjutkan ke Ujung Padang. Lima belas menit aku sampai di rumah. Suami sudah duduk manis menunggu kepulangan ku. Betapa bahagianya hati ini ketika suami menanti kehadiranku.
Ujung Padang, 2 Oktober 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Terima kasih bapak ibu admin. Semoga sehat selalu. Aamiin