Hati Yang Terluka (9)
T.37 (Cerber)
Bunyi daun pintu yang dihempaskan Jo membuat aku tersentak kaget dan meneteskan air mata. Aku gemetar seperti kedinginan karena hawa malam.
Setelah Jo berlalu dari pintu, ia kelihatan tenang seakan tidak terjadi apa-apa. Padahal di depannya ada jiwa yang sedang pilu menahan bentakan Jo.
"Maafkan aku Bang, aku tertidur bersama anak kita." "Ya, sudahlah." Jo langsung menuju kamar untuk merebahkan badannya yang dari pagi mangkal dan bergurau dengan teman-temannya. Sedangkan Kayla memindahkan Rika yang masih tertidur di depan televisi. Dengan ektra hati-hati, aku menggendong Rika menuju kamar, karena aku takut, jika ia tidur di luar, ia akan kedinginan.
Hawa dingin mulai terasa. Cicak didinding sesekali terdengar menghibur, heningnya malam menjadikan detak jarum jam terdengar berputar keras. . Sedangkan mataku tak kunjung terlelap. Aku masih teringat sikap Jo yang kasar dan suka membentak. Kata-katanya seakan menusuk relung hatiku.
Aku memandang Rika yang juga tertidur pulas. Aku melihat kedamaian dari wajah Rika.
"Aku akan bertahan demi Rika. Aku kasihan kepadanya. Biarlah aku yang merasakan sakit ini,," lamunannya. Sepertiga malam. Aku beranjak dari tempat tidur dan meninggalkan Rika bersama ayahnya.
Aku berlalu ke kamar mandi mengambil wudhu. "Hiiii, dinginnya air. Terasa di dalam freezer. Tapi aku harus melawan dinginnya air. Usai berwudhu', aku melaksanakan shalat dua rakaat dan memohon ampun kepada Allah.
"Ya Allah. Berikanlah aku kesabaran dan kekuatan dalam menjalani hidup ini. Bukakanlah hati suamiku untuk menyayangiku. Berikanlah dia kelembutan hati."
Air mataku bercucuran deras teringat kata-kata dan sikap Jo yang selalu menyakiti hatiku.
bersambung...
Alahan Panjang, 06 Februari 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar