Tsurayya Kamila Novita

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Akhirnya masyarakat Madura dapat melihat langsung Peninggalan Rasulullah SAW

Akhirnya masyarakat Madura dapat melihat langsung Peninggalan Rasulullah SAW

Gurusiana.id, Sumenep -- Masyarakat Madura tidak perlu datang jauh ke Museum Turki. Pameran artefak peninggalan Rasulullah SAW hadir di Madura. Semua artefak sengaja didatangkan ke Madura khususnya Kabupaten Sumenep untuk memudahkan orang-orang bertabarruk kepada peninggalan Rasulullah SAW. Artefak ini sengaja juga didatangkan untuk memfasilitasi masyarakat untuk dapat melihat secara langsung peninggalan sejarah Islam di masa lalu.

Yang berperan dalam pagelaran pameran artefak peninggalan Rasulullah SAW dan sahabat ini ialah Majelis Shalawat Maula Inat. Acara tersebut dilaksanakan juga dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan digelar sejak 20-30 September 2022 dan dipusatkan di Gedung Yubi, Ambunten, Sumenep.

Pameran yang digelar selama 11 hari itu memperlihatkan 12 artefak peninggalan Rasulullah SAW dan sahabat Khalid bin Walid RA. Sebanyak 12 peninggalan itu berupa rambut, jubah, darah bekam, ekstrak keringat, kiswah penutup makam, surban, janggut, songkok. Termasuk sandal, siwak, hingga selendang milik Rasulullah SAW, serta pedang milik sahabat Khalid bin Walid RA yang disebut panglima perang besar Islam.

Semua artefak yang dipamerkan adalah milik Rasulullah SAW dan sahabat. Semua merupakan koleksi Galeri Warisan Museum Artefak Rasulullah Malaysia.

Asmuni selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa umat Nabi Muhammad SAW pasti mencintai nabinya. Dan pameran ini merupakan kesempatan untuk menyaksikan langsung peninggalan Rasulullah yang masih ada hingga saat ini. Ia mengemukakan bahwa tidak cukup menyatakan mencintai Nabi, tapi juga harus tunduk patuh pada ajaran Islam yang dibawa.

Pameran terbuka untuk masyarakat umum yang dimulai sejak pukul 08.00 - 20.00 WIB. Pengunjung dikenakan Harga Tiket Masuk (HTM) yang terbagi ke dua kategori, pelajar dan umum. Untuk tiket masuk kategori pelajar seharga Rp10.000 dan kategori dewasa seharga Rp25.000.

Kegiatan pameran artefak ini juga dimeriahkan dengan festival banjari, bazar kuliner, seminar, talkshow, dan bedah buku. Selain bazar kuliner, semua kegiatan dilaksanakan secara gratis, tanpa dipungut biaya. Namun semua acara tersebut diadakan di Lapangan yang juga menjadi halaman parkir yang berada di depan Gedung Yubi.

Semua artefak dilengkapi dengan sertifikat keaslian dari Arab Saudi. Artefak ini sengaja didatangkan untuk memfasilitasi masyarakat untuk dapat melihat secara langsung peninggalan sejarah Islam di masa lalu. (Tsurayya, red)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Keren reportasenya Bu. Salam Literasi

20 Oct
Balas



search

New Post