TRI HANDAYANI

Senyummu Pagi ini kuterbangun tak seperti biasanya ....lamat- lamat suara mendayu membaca ayat- ayat - MU telah diperdengarkan , tersentak aku bangun dari tidu...

Selengkapnya
Navigasi Web

DIBALIK NODA BAJUMU

Setiap pagi aku selalu melihatmu, ketika mengisi daftar hadir. Didepan alat teknologi yang semakin marak dirimu berdiri disaat orang lain mungkin masih di perjalanan yang hiruk pikuk karena lalu lalang kendaraan yang lewat. Mungkin juga ada yang baru nganter anaknya ke sekolahan atau bahkan mungkin masih ada yang santai dirumah membaca Majalah pagi sambil merokok dan minum kopi. Dirimu sudah hadir sendirian di kantor ini siap untuk melakukan aktifitas seperti sediakala, tapi memang kalau aku perhatikan ada hal yang agak janggal . Seringkali aku menyapa sebagai bentuk salam , dimana setiap kita bertemu dianjurkan untuk memberi salam terlebih dahulu, tapi orang ini aneh . Aku pikir saat pertama masuk disekolahan ini semua harus aku kenal dengan salah satunya bertegur sapa dengan siapapun termasuk pegawai Tata Usaha , tidak ada salahnya mengenal pak Bon juga. Nah dari sinilah aku menerapkan apa yang pernah kuterima disaat- saat mengisi rohaniku. Sesama muslim adalah saudara kita tidak boleh membeda- bedakan, entah itu jabatan, harta, ataupun kebagusan fisik.

Diantaranya kalau disekolahan banyak sekali yang harus kita pelajari baik dari siswanya, guru- gurunya , staf Tata Usahanya dan bahkan orang tua dari anak- anak perwalian nya. Dari unsur- unsur yang banyak ini kita akan menemukan problem- problem yang sangat komplek, dari kelas perwalian nya , dari orang tua perwalian nya, dari antar sesama guru , tak luput juga dengan Tata Usaha dan pak bon.

"Assalamu'alaikum pak, sugeng enjing ( selamat pagi ), sapaku saat berpapasan di seberang kelas 8 D, kelas perwalianku.

Lho orang ini aneh di kasih salam tidak menjawab, malah berjalan saja tanpa ekspresi, haduh... apa salah cara menyapaku ya...

Di pintu kelas 8D beberapa anak perempuan menahan tawanya sambil menutup mulutnya .Ada apa ya ? Ada yang salah pada diriku ? , atau mungkin melihat pakaianku yang kurang pantas. Masyaa Allah aku jadi salah tingkah kenapa mereka tertawa ? . Sebagai orang baru aku memang harus mampu beradaptasi dengan murid- murid disini. Dengan cepat aku langkahkan kakiku agar segera sampai di kelas perwalian ku .yang letaknya sangat jauh dari kantor guru tepatnya di sebelah selatan sendiri , gedung paling ujung selatan dan paling ujung timur, tempatnya sih sebenarnya bersih maklum kelas baru , tapi masyaa Allah depan kelas masih belum dipaving sehingga tanah liatnya pada nemoel semua diujung sepatuku yang sedikit berhak tinggi . Apalagi siswa- siswa perwalianku sudah tidak karuan kotornya, didukung musim hujan seperti ini, dimana- mana becek . Sedikit kujinjing rok ku agar tidak kotor oleh air hujan dan juga menanggulangi rok bawahan ku kena tanah liat yg berwarna coklat kemerah- merahan . Masih dua kelas yang harus aku lalui untuk mencapai kelas perwalian ku, kulihat dua anak berlari ke arahku. Dengan tanpa ragu langsung berhenti didepanku sambil mengucapkan salam

"Assalamu'alaikum bu guru" , sapa Arya ketua kelas 8D.

" Waalaikumussalam warohmatullohi wa barokatuh" jawabku menjawab salamnya

"Sini bu saya bantu membawa bukunya, bu guru kelihatan kerepotan " katanya lagi

"Owh terimakasih Arya, iya nih bu guru perlu bantuan mu" kataku dengan rasa bangga. Ternyata mereka mendengarkan dan melakukan nasehat- nasehat ku saat perwalian, salah satunya berbuat kebaikan membantu disaat orang lain kerepotan seperti bapak atau ibu guru yang kerepotan membawa barang bawaan atau dengan teman- teman sebayanya atau pak bon yang seringkali hanya dianggap orang yang bisanya disuruh- suruh.Mudah- mudahan akan membawa kebaikan dimanapun mereka kelak berada.

" iya sama- sama bu guru " sahut Nanda yang juga membawakan penggaris segitiga besar dari kayu yang aku bawa setiap aku mengajar pada materi yang memerlukan alat- alat tersebut.

"O iya kelas sudah disapu apa belum ? " tanyaku pada Arya dan Nanda

" yang didalam kelas sudah bu guru, tapi yang diluar kotor lagi apalagi tadi pak Ode yang menyapu" sahut Arya.

" memang ada apa dengan pak Ode?" Tanyaku lagi

" Ah bu guru masa tidak mengerti " kata Nanda agak kesal.

" Begini lho bu , itu lantai yang diluar malah jadi kotor banget kalau pak Ode yang nyapu" kata Arya menjelaskan dengan sabar dan senyum- senyum sendiri.

" Kok bisa kotor lagi mengepel dan menyapunya bagaimana sih " kataku lagi

" Lah masa bu alat pelnya tidak di bilas langsung untuk ngepel lantai, jadinya tidak bersih ketika kering jadi coklat- coklat" tambah Nanda menerangkan.

"Owh begitu ya coba nanti ibu menciba bicara dengan pak Ode" kataku untuk menenangkan mereka berdua.

Serasa jam pelajaran begitu cepat , apalagi anak- anak lebih bersemangat ketika pelajaran dengan praktik membuat bangun- bangun ruang untuk pembelajaran mereka. Dengan antusias dan saling membantu mereka membuatnya dan ternyata ceoet selesai .setelah bel istirahat berbunyi segera ku akhiri pelajaran ku

" Jangan lupa besok tinggal presentasinya, siapkan dengan sebaik- bainya " kataku sebelum meninggalkan kelas.

" Siap bu guru" jawab mereka serentak.

Senang rasa hati ini, ketika mereka paham dengan apa yang aku sampaikan . Aku masih memikirkan tentang uneg- uneg anak- anak perwalianku mengenahi pak Ode dan hasil kerjanya mengepel di luar kelas tidak menjadi bersih tapi malah menjadi kotor. Memang begitu yang terjadi terlihat lantai didepan kelas menjadi kotor dan berwarna kecoklatan . Aku jadi penasaran . Setelah ada jam kosong aku pergi ke kantor Tata Usaha untuk mencari tahu siapa itu pak.Ode

"Cieee...cieee bu Robi penasaran ya dengan pak Ode " seloroh mba Ratna salah satu karyawati di kantor ini.

" Eh... jangan salah paham mbak" kataku dengan nada agak heran.

" Eh bu Robi jangan marah ya , bergurau " kata mba Ratna lagi.

"Owh tidak apa- apa mbak" jawabku

Setelah aku jelaskan panjang dan lebar ( seperti mencari luas suatu bangun datar saja ya )

" owh itu ya bu , memang orangnya kaya begitu bu" kata mba Ratna.

Subhanallah setelah mengetahui riwayatnya ...hati ini mulai bersyukur dengan apa yang harus aku lakukan terhadap apa yang telah menjadi qoda dan qodar dari Sang Pencipta Alam Semesta... Syukur melihat bahwa kita diberikan kesempatan untuk selalu bisa melihat dengan qolbu yang paling dalam memahami keadaan makhluk disekelilingnya untuk bisa menghargai dan menghormati tentang keberadaan nya disamping kita. Semua yang tercipta tidak terkecuali akan ada manfaat dan faedahnya. Seoerti halnya pak Ode , ada diantara kami sebagai patner didalam sebuah lembaga. Ketika semua orang sibuk memikirkan dunia yang begitu gemerlap. Pak Ode madih saja seperti biasa tidak oernah memikirkan hal yang luar biasa , dengan berbekal ijazah D3 akutansi bisa diterima di tempat kerja ku ini. Ada beberapa hal yang membuat pak Ode tidak diangkat- angkat menjadi PNS salah satunya keterbatasan berfikirnya setelah mengalami kecelakaan sehingga untuk menangkap sebuah perintah, tidak mampu menerima dengan baik, hal inilah yang membuat nya tersendat dalam penjaringan CPNS yang selalu gagal...

Tapi dibalik itu semua kegiatan yang tidak memerlukan sebuah pemikiran yang rumit pak Ode mampu melakukan , bahkan melebihi orang- orang biasa yang semestinya dilakukan oleh orang-orang biasa. Allah telah mengatur dengan sempurna Nya . Dibalik kekurangan ada kelebihan yang sangat menonjol pada diri pak Ode.

Tidak pernah segan untuk membersihkan kotoran- kotoran dengan kedua tangan nya tanpa merasa jijik atau apapun . Seperti pagi itu setelah absen dengan face print pak Ode langsung terjun ketaman- taman sekolahan tanpa meleoas baju batik yang dipakainya.

Kebetulan hari itu ada kegiatan yang harus melibatkan semua pegawai di sekolahan ini , biasanya dalam hal seragam harus sama hari itu kuta diharuskan memakai baju yang telah disepakati bersama, ternyata ada saja yang terlupa atau apapun alasan nya . Tetapi ketika kulihat tadi pagi ternyata pak Ode memakai seragam yang telah ditentukan. Masyaa Allah , aku baru menyadarinya bahwa apa yang pak Ode lakukan lebih baik dan layak mendapatkan acungan jempol. Jadi inilah yang membuatnya, baju- baju yang dikenakan tampak banyak noda dan lusuh...salah satunya adalah "menepati peraturan" selalu dipakai saat disuruh untuk berseragam.sementara yang lain nya merasa sungkan karena seragam sering dipakai... luar biasa pak Ode... semoga Noda- noda baju nya sebagai saksi diakherat kelak ketulusan dalam bekerjanya... Diatas Noda Bajumu tersimpan amalan yang kelak membantunya diakherat ....

Aamiin Ya Rabb

Terimakasih suport dan doanya matahariku 💖

Cepet sembuh ya

Bukateja, Memory 12 April 2019

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Keren. Bunda. Di balik kekurangan pasti ada kelebihan. Salam literasi...

12 Apr
Balas

Maturnuwun apresiasinya bu... latihan bu... Salam literasi ...

12 Apr
Balas



search

New Post