SURAU KAYU
SURAU KAYU
Puisi oleh: Tosfayana Mawardi
#Tagur 380
.
Senja merenangi malam
Para bocah di sudut kampung berlarian
Tanpa sandal
Surau reot yang terjuntai disudutnya
telekung-telekung lusuh
dan Qur’an tak berkulit
.
Pincuran besi jadi saksi
Wajah kampung yang dibasuh
lima kali sehari semalam
Airnya mengalir menyampaikan pesan
Menjahit nganga luka zaman
.
Napak tilas
Sekian ratus senja yang lalu
Tarian pucuk betung di tebing jalan
Satu persatu daunnya gugur ke tangga batu
Sembilunya menggaruk lukaku
.
Punggung telujuk menyeka sudut pelipis
yang membasah
Surau Kayu ...
Di telan waktu
.
*Gubuk Muhasabah-Payakumbuh, 28 Maret 2021*
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Kereeen puisinya, Pak. Salam literasi
Luar biasa quick responnya Pak Dede. Barakallah, salam literasi kembali Pak
Puisi bingkai kenangan. keren Pak. Sukses selalu dan barakallahu fiik
Napa tilas Bunda hhe. Sukses kembali waiyyaki
Selalu hadir balutan diksi nan indah menawan, suhu. Sehat dan sukses selalu
Mokasi selalu Buk El. Salam sehat dan salam puisi
Surau kayu yang di telan waktu... Kenangan yang akan selalu ada dalam jahitan ingatan.. Keren sangaik Pak. Salam puisi. Salam sehat dan semoga semakin berjaya, Aamiin.
Melanglang buana belasan th di kampung Buk Yessy agak terobati rasa rindu, masih byk surau2 tua yg dilestarikan dan masih berfungsi. Salam puisi Ci
Pak Toss...dimana itu Pak? Sedih
Di dalam mimpi dan anganku Buk Yuli hhe. Kenangan masa ketek
walau memprihatikan tapi sudah banyak ilmu agama yang mengalir. semoga tidak ditemui keadaan surau yg begitu...mantap Pak
Mokasi silaturrahimnyo Buk Yenni. Aamiin, Semoga tabangkik batang tarandam yo Buk. Salam sehat dan salam puisi selalu Buk Yenni