Titin Marini

Hj. Titin Marini, M.Pd. adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMPN2 Telukjambe Timur Karawang. Motto : Semangat dan terus berkarya. Kesempatan t...

Selengkapnya
Navigasi Web
 SEKAR AYU

SEKAR AYU

#Tantangan Menulis Hari Ke-4

#Tantangan GURUSIANA

#Cerpen

#Oleh : Titin Marini

Berawal dari pemilihan calon peserta lomba dalam rangka kegiatan memperingati Bulan Bahasa tingkat SMP Kabupaten Karawang. Setiap guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah kami, diharapkan untuk mendaftarkan siswanya dari kelas yang diajar masing-masing untuk mengikuti beberapa mata lomba yang akan dilombakan yaitu baca puisi, cipta puisi, cipta cerpen dan mendongeng.

Aku pun segera mendata nama-nama siswa yang berminat mengikuti lomba ke semua kelas yang saya ajar pada mata pelajaran Bahasa Indinesia, dari kelas 9A sampai kelas 9E.

Setelah ku tanya satu per satu, dari kelas 9C, 9D dan 9E tidak ada satu siswa pun yang berani untuk ikut lomba.

Di tengah-tengah waktunya aku mengajar di kelas 9B, aku bertanya ke seluruh siswa.

"Anak-anak, siapa di antara kalian di kelas 9B ini yang mau ikut lomba baca puisi, cipta puisi, cipta cerpen dan mendongeng?" tanyaku di depan kelas.

" Atau siapa di antara kalian yang pernah ikut lomba sebelumnya?" tanyaku lagi kepada para siswa.

Tak ada satu pun siswa yang berani mendaftar. Bahkan menjawab pun tidak ada. Sampai akhirnya hampir satu per satu saya sebut namanya dan saya tanya mau ikut lomba atau tidak? Semua tidak ada yang mau mendaftar.

" Duuh.... sudah 4 kelas dari kelas 9B sampai kelas 9E yang sudah ku tanya tidak ada satu siswa pun yang mau mendaftar ikut lomba," hatiku sedikit kecewa.

Di tengah-tengah nyaris keputusasaanku, tiba-tiba seorang siswa yang bernama Salma menghampiriku ke depan di kursi guru tempat aku duduk.

" Bu, ada anak dari kelas 9A namanya Sekar. Tulisan puisinya bagus-bagus Bu," kata Salma kepadaku.

"Oh ya?" dengan sumringah aku meresponnya.

"Iya Bu betul. Puisinya bagus-bagus," Salma seolah meyakinkanku.

"Kamu tahu tulisan Sekar bagus-bagus dari mana Neng?" tanyaku semakin penasaran.

"Saya suka baca puisi-puisinya di FB nya bagus-bagus Bu," dengan yakinnya dia menjelaskan kepadaku.

" Hemm....jadi penasaran nih," bisikku di dalam hati.

"Terimakasih ya Allah, akhirnya kau tunjukkan juga jalan kepadaku," ucap syukurku di dalam hati dengan perasaan lega campur penasaran.

" Yang mana ya siswa yang namanya Sekar 9A? " aku semakin penasaran karena aku memang betul-betul belum begitu hapal dan faham terhadap sebagian siswa yang ku ajar. Aku baru mengajar mereka sekitar 3 bulanan waktu itu.

Tanpa pikir panjang aku segera WA ke Bu Deva sebagai pembimbing lomba untuk mendaftarkan Sekar kelas 9A sebagai peserta lomba cipta puisi tingkat SMP mewakili sekolah dalam rangka peringatan Bulan Bahasa Kabupaten Karawang.

"Siap Bu," jawab Bu Deva lewat WA membalas WA ku.

Aku mulai sedikit lega walau aku masih sangat penasaran, karena aku belum begitu faham dengan siswa yang namanya Sekar kelas 9A. Karena di samping aku ngajar kelas 9A baru tiga bulan, di samping itu pula aku sebelumnya memang belum pernah mengajar dia waktu di kelas 7 dan 8.

Esok paginya saat jadwal mengajarku di kelas 9A, aku bertanya, " Mana yang namanya Sekar?" Sekar pun menunjukkan jarinya.

" Ooh ini to yang namanya Sekar," kataku di dalam hati.

Di sini aku baru mulai menaruh sedikit perhatian lebih kepadanya.

" Ini kan siswa yang saat tampil bercerita ke depan kelas beberapa waktu yang lalu memang bagus tampilannya," aku langsung teringat saat dia beberapa waktu yang lalu tampil bercerita di depan kelas tentang kisah menarik yang dialami.

Hatiku pun semakin mantap dan yakin kemarin telah mendaftarkan dia ke Bu Deva sebagai peserta lomba cipta puisi.

Segera ku berjalan menghampiri dia di tempat duduknya.

"Neng, Ibu denger puisimu bagus-bagus ya?" tanyaku kepadanya.Sekar pun tersenyum.

"Kemarin Ibu daftarkan kamu sebagai peserta lomba cipta puisi ke Bu Deva. Coba nanti kamu hubungi Bu Deva ya!' kataku.

"Iya Bu, kemarin aku sudah dipanggil Bu Deva dan sudah didata," kata Sekar.

"Oh begitu, syukurlah kalau sudah ketemu Bu Deva. Biar selanjutnya besok dilatih sama Bu Deva dan Bu Nenti serta pembimbing yang lain," kataku lega.

Aku hanya memantaunya dari kejauhan saja, namun terkadang juga menanyakan tentang persiapan lomba di saat aku mengajar di kelas 9A.

Waktu lomba yang ditunggu-tunggu pun tiba. Semua peserta seluruh mata lomba dari perwakilan sekolah seluruh SMP se-Kabupaten Karawang pun sudah berkumpul di panggung utama Aula Mall Technomart. Lomba dimulai dari pukul 08.00 WIB. dan berakhir sore hari. Sedangkan pengumuman hasil lomba diumumkan malam hari ba'da Maghrib di panggung utama.

"Bapak Ibu hadirin serta peserta lomba yang kami hormati, sekarang tibalah waktunya pengumuman hasil lomba," ketua panitia pun mengawali pengumumannya.

Pembacaan pengumuman juara lomba dimulai dari lomba cipta puisi. Juri cipta puisi pun naik ke atas panggung dan segera membacakan nomor-nomor peserta sebagai juaranya. Juara 3 dan 2 sudah dibacakan pemenangnya.

" Sekarang giliran dibacakan juara ke-1 nya. Nomor berapa yaaa....?" kata juri membuat penasaran seluruh peserta dan hadirin.

Suasana hening sesaat. Juri pun melanjutkan pengumumannya dengan suaranya yang lantang.

"Adapun juara pertama lomba cipta puisi dimenangkan oleh peserta lomba dengan nomor peserta sembilaan!" suara juri disambut gemuruh tepuk tangan seluruh penonton.

Kami diam sesaat dan saling pandang di antara sesama pembimbing.

" Nah , itu nomor peserta sembilan kan nomornya Si Sekar!" kata salah satu pembimbing dari kami dengan terburu-buru saking semangat dan bahagianya.

Sepontan kami semua seluruh pembimbing yang terdiri dari empat orang beserta dengan Sekar sendiri dan peserta lomba yang lain dari sekolah kami, berdiri dan serempak berteriak girang.

"Oooiiiiiii......!!

"Alhamdulillah.........!""Neng itu nomor peserta kamu Neng!" kataku sambil menarik Sekar untuk berdiri dan naik ke atas panggung untuk menerima piala kejuaraan.

"Alhamdulillah.....," ucap syukur kami berulang-ulang atas kejuaraan yang diperoleh perwakilan dari sekolah kami.

"Selamat ya Neng. Alhamdulillah," ucap kami para pembimbing kepada Sekar.

Sekar pun segera naik ke atas panggung untuk menerima piala juara pertama. Tak lupa aku dan pembimbing lainnya berdiri di depan panggung mendokumentasikan momen istimewa ini dengan mengambil gambar dan videonya.

Kebahagiaan kami semakin bertambah tatkala Dinda juga memperoleh piala juara ke tiga baca puisi, dan tiga orang siswa yang lain mendapatkan piala lolos tantangan mereview 10 buku.

"Selamat ya, kami semua bangga dengan kalian," ucapku kepada Sekar dan peserta lomba yang lain.

Hari-hari berikutnya di saat ku mengajar di kelas 9A, diam-diam ku perhatikan Sekar. Anaknya sangat pendiam, santun tutur kata dan perilakunya. Ku lihat di daftar nilai, ternyata nilai-nilainya bagus-bagus. Bahkan saat pembagian raport semestr ganjil dia sebagai peringkat pertama di kelas 9A.

"Jumat besok jadwalnya kelas 9A yang tampil dalam readhaton literasi di lapangan. Siapa dari kalian yang siap tampil?" tanyaku di depan kelas 9A saat jam pelajaran mengajar mereka.

Berulang-ulang saya bertanya tidak ada yang siap tampil. Bahkan ditunjuk pun belum ada yang siap tampil. Hingga akhirnya ku tunjuk Sekar untuk mempersiapkan materinya terlebih dahulu di rumah, persiapan untuk tampil pada readhaton hari Jumat beberapa hari lagi.

" Iya Bu, In syaa Allah," jawab Sekar.

Sehari sebelum tampil saya cek kesiapannya.

"Neng, besok siap tampil ya!"

"In syaa Allah siap Bu," jawabnya.

"Jangan lupa besok datang lebih awal dan duduk di barisan paling depan agar mudah dipanggilnya untuk tampil ke depan!" aku mengingatkan.

" Iya Bu, In syaa Allah," jawab Sekar lagi dengan santun.

Alhamdulillah dengan suaranya yang lembut tetapi tetap nyaring, Sekar pun lancar dan sukses sebagai penampil pertama dalam readhaton literasi hari Jumat mengapresiasi Novel Terjerat Rindu Tiada Akhir karya perdanaku. Diikuti kesuksesan penampil ke-2 dari kelas 7 Agama 1 dengan berbalas pantunnya.

Selamat ya. Sukses selalu untuk kalian semua, tunas-tunas bangsa Indonesia aset negara.

Aamiin Yaa Robbal'alamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Baru sempat Baca, Bu Hj...Verry good , Suksess terus lanjuutkan...Sy malah blm memulai apa2 nih...

19 Jan
Balas

Makasih banyak apresiasinya Bu Hj Mini. Ayo Bu Hj semangat memulai menulis

19 Jan

Malam Minggu enaknya baca cerpen Bu hj hehe mantap... Selalu puas bacanya

18 Jan
Balas

Alhamdulillah. Makasih apresianya Bu Deva. Eh kok namanya sama dengan nama tokoh cerita ya. Hihiii Sambil ngeteh hangat Bund, makin mantap dan puas.

18 Jan



search

New Post