Titin Kusminarsih

Lahir di Sidoarjo, 20 Pebruari 1974 Lulusan D2 PGSD IKIP Surabaya. S1 Matematika UNIPA Surabaya ...

Selengkapnya
Navigasi Web

Saya Kira Manusia Silver (1.589)T.63

Saya Kira Manusia Silver (1.589)T.63

Pentigraf

Karya:Tin Faza

Bencana pada hari Senin tanggal 24 Februari 2025, kota Sidoarjo diguyur hujan deras dari siang sampai malam hari. Alhasil sungai - sungai yang mengalir baik di desa atau kota meluap tak tertampung lagi . Lembaga sekolah tak pelak ikut terendam. Sampai hari ketiga sungai tetap meluber. Si bungsuku yang sekolah di SMPN 4 Sidoarjo di hari ke 3 , disistem daring. Depan SMPNnya mengalir sungai besar , sungai itu meluap sampai jalan paving depan SMPN dan halaman sekolah.

Hari itu Saya pulang dinas, lembaga Saya juga terendam banjir jadi siswa belajar setengah hari dilanjut belajar mandiri di rumah . Saat pulang hujan deras kembali . Saya berteduh di warung jualan bebek goreng. Saat itu kosong karena warung hanya jualan saat malam hari . Di samping warung itu ada warung pedagang buah duku salak , melon. Saya sambil duduk - duduk menanti hujan reda , membeli1 kg duku yang tidak seberapa bagus karena duku kecil - kecil . Duku ada yang manis dan masam. Tak apalah untuk anak - anak di rumah. Saat beli dibantu orang yang sepertinya kenalan pedagangnya, ia menggantikan menimbang buah. Saya tanya "kemana pedagangnya?". Ia jawab "sedang pulang, ia mandi".

Usai beli saya incipi buah itu sambil duduk di warung nasi bebek yang kosong. Belakang warung mengalir sungai yang meluber juga . Belakang sungai saya tahu itu gedung tua , gudang atau apa Saya kurang tahu. Saat menunggu hujan reda bercakaplah Saya dengan bapak yang menimbang buah tadi , badannya tidak pakai kaos , tapi hanya bercelana panjang. Saya heran hanya berfikir dalam hati kok, dua temannya juga sama tidak memakai baju hanya bercelana badannya putih semua . Saya berfikiran dia tukang batu yang sedang istirahat, badannya kena kapur semua apa dia kerjanya menjadi manusia silver. Badan dicat silver yang meminta uang di lampu merah. Saya penasaran , bapak kerja apa manusia silverkah?... Eh dia jawab loo bukan ibu.." Saya pekerja pabrik itu , Pabrik tepung dan kerupuk ia sambil menunjuk gedung tua yang membuat saya penasaran tadi. "Jadi saya ini bertiga sedang istirahat akan beli kopi di warkop sebelah itu", Jawabnya. Ternyata bapak itu pejuang keluarga mencari nafkah sebagai kuli panggul sak - sak tepung di pabrik tepung dan kerupuk itu. Ya Alloh ..makanya seluruh badannya berbalur putih dan rambutnya putih semua ternyata terkena tepung, ia bukan manusia silver.

Kota Delta, 4 Maret 25.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Salah sangka ya Bun.

04 Mar
Balas

Thanks Bun.

07 Mar

Thanks Bun.

07 Mar



search

New Post