Pedih Luka (2) (1.622)T.93
PEDIH LUKA (2) (1.622)T.93
Karya: Tin Faza
Mentari enggan menebar senyum
tersekap mendung di pelupuk langit
Ceria pun luruh dalam bayang waktu
hati tersayat luka menganga.
//
Hari-hari menjelma kehampaan
tanpa senyum yang dulu menyinar
Derai air mata tak terbendung
perih membakar jiwa rapuh
harapan pun layu diterpa angin senja.
//
Kini melangkah dalam sunyi
terjerat lorong waktu ketidakpastian
Waktu berlalu tanpa denting rindu
telaga embun telah mengering.
//
Taman rindu kian sunyi
mawar enggan menari di ufuk pagi
Tiada kupu-kupu menari di udara
hanya kelabu menyisir batas waktu.
//
Kota Delta, 3 April 2025.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Diksi yang indah Bu.