titik subekti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pejuang Kelas
Pejuang Kelas

Pejuang Kelas

Pejuang Kelas

 

Tantangan Hari ke-10

#TantanganGurusiana

Jakarta, 24 Januari 2020

 

            Jumat, 24 Januari 2020 kotaku di guyur hujan sejak dari Subuh. Kebetulan hari ini adalah satu hari menjelang Imlek. Setiap Imlek memang selalu identik dengan hujan. Menurut banyak orang jika hujan pada hari Imlek berarti keberuntungan akan datang.

            Aku tetap memberanikan diri untuk berangkat mengajar walaupun hujan. Aku berharap hujan akan reda. Kugunakan mantel dan kulapisi semua perlengkapan mengajarku dengan plastik. Aku bersiap untuk berangkat mengajar.

            Kebetulan aku masih menumpang di sekolah lain karena sekolahku masih direhab total. Jadi anak didikku masuk siang. Tetapi aku tetap harus berangkat pagi karena absensi masuk paling lambat pukul 09.15. Aku selalu berusaha untuk tidak telat, kecuali memang ada hal yang darurat. Ini merupakan salah satu caraku untuk mendisiplinkan diri.

Sepanjang jalan aku harus cukup ekstra hati-hati mengendarai sepeda motorku. Sapuan air hujan tetap mengenai wajahku walau aku menggunakan helm. Maklum kaca helm bagian depanku banyak goresan. Jadi kaca helmku tidak menutupi mukaku. Tersampir di bagian atasnya. Derasnya air yang mengenai mantelku membuat badanku terasa dingin.

Aku tiba di sekolah tepat pukul 09.04. Alhamdulillah, aku selamat sampai sekolah. Sambil menunggu anak didikku di siang hari aku mengerjakan administrasi kelas. Hari ini targetku menyelesaikan pemetaan KD dan Program Semester. Termasuk menulis untuk di Tantangan Gurusiana.

Hujan terus saja mengguyur kotaku. Sekolah tempat aku menumpang letaknya di daerah Teluk Gong, Jakarta Utara. Ketika awal tahun 2020, daerah ini termasuk daerah yang terkena banjir besar. Aku mulai membathin. Jika hujan masih saja terus menerus pasti akan banjir. Anak didikku pasti banyak yang tidak masuk sekolah.

Beberapa chat WA sudah masuk ke group kelas. Banyak orang tua yang memberitahu bahwa anaknya tidak bisa masuk sekolah karena rumahnya sudah kena banjir. Waduh..banjir lagi. Semoga tidak sampai banjir sedalam yang sebelumnya.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00. Akupun beristirahat dulu mengerjakan tugas. Aku lanjutkan dengan makan siang. Hari ini aku tidak melaksanakan sholat karena tadi pagi aku baru saja  kedatangan tamu bulanan.

Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 aku bersiap masuk kelas. Benar apa yang aku bayangkan, anak didikku yang masuk hanya 10 orang. Akupun hanya tersenyum manis. Kuacungkan jempol kepada anak didikku yang masuk. Aku bilang bahwa kalian adalah pejuang kelas. Anak yang tetap rajin ke sekolah meski hujan tiada henti. Terima kasih anak didikku yang sudah masuk sekolah hari ini. Kalian adalah penyemangat Ibu di kelas hari ini.     

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Keren bunda...

24 Jan
Balas

Terima kasih bu..baru belajar menulis nih.

25 Jan



search

New Post