Taufik Hidayah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Air Mata Aisyah

Air Mata Aisyah

Malam itu Aisyah masih terlihat riang. Dia berlarian kesana kemari di koridor rumah sakit. Dia gembira melihat orang-orang yang dikenalnya berada di situ. Dalam pikirannya pasti ada acara keluarga sehingga semuanya berkumpul. Semua keluarga menyembunyikan wajah sedih di depan Aisyah. Gadis 3 tahun itu belum tahu apa penyakit uminya, yang dia tahu Umi sakit bersama adiknya yang masih dalam kandungan. Sesekali Aisyah merengek ingin melihat Uminya. Prosedur ruang CVCU yang menghalangi hasrat Aisyah bertemu Uminya.

Kondisi Umi Aisyah yang terus menurun memaksanya harus dirujuk ke Surabaya. Malam itu semua sudah dipersiapkan, hanya menunggu beberapa prosedur yang harus dipenuhi. Ketika semua siap dan bunyi ambulan meraung- raung malam itu, barulah tersadar Aisyah, air matanya jatuh. "Ummi.... Ummi.... Aku mau ikut Ummi" sambil menangis dalam gendongan neneknya. Dihampiri umminya sebagai tanda perpisahan. Semakin pecah tangisnya, Abinya menghibur dengan mengusap rambut sambil memelukknya. "Ummi mau disuntik dulu ya... Aisyah sama nenek dulu, besok ketemu Ummi lagi" hibur Abinya ke Aisyah. Seakan tak mau lepas, Aisyah terus memegang lengan baju umminya. Dia mungkin tak akan menyangka bahwa malam itu adalah malam perpisahan dengan Ummi yang dia cintai. Akhirnya ambulan membawa Ummi Aisyah melaju memecah heningnya malam itu. Air mata Aisyah masih berurai dengan suara yang parau memanggil umminya.

Tindakan cepat dilakukan pada ummi Aisyah. Tidak ada jalan lain operasi caesar ditempuh untuk memulihkan kondisi koma. Pagi itu semua disiapkan. Operasi caesar dilakukan, pengangkatan bayi berhasil namun tidak bisa diselamatkan. Bayi laki-laki ganteng itu menghembuskan nafas terakhirnya sesaat setelah diangkat dari rahim umminya. Adik yang didamba Aisyah itu telah mendahuluinya siang itu. Pecah kesedihan seluruh keluarga menantikan jenazah bayi mungil itu. Malam itu juga sang bayi dikebumikan, selimut kesedihan menyelimuti. Pasca operasi kondisi ummi Aisyah semakin menurun. Hingga akhirnya perempuan hebat itu menyerah pada sakitnya. Keesokan paginya ummi Aisyah menghembuskan nafas terakhirnya. Semakin menggelanyut awan duka memeluk seluruh keluarga besar.

Senja itu Aisyah terhenyak melihat Abi turun dari ambulan tanpa umminya. "Ummi... Ummi... Mana Ummi Bi?" Tanya Aisyah. Tak sanggup berkata-kata lagi, sang Abi memeluk Aisyah. Dengan mengusap kepalanya sambil menahan tangis yang menyesak di dada. Ketika keranda jenazah diturunkan dari ambulan, Aisyah masih belum mengerti apa yang terjadi. Dalam gendongan Abinya, Aisyah melihat sosok yang membujur kaku terbungkus kain kafan. Perlahan dibuka bagian kepala, seketika itu Aisyah menangis, "Ummi... Ummi... bangun!" Aisyah meronta ingin memeluk ibunya. Sungguh malang Aisyah, kemarin melihat adiknya Umar terbujur kaku kini dia menemui umminya diam tak bergerak. Air mata itu terus mengalir dari sudut mata mungilnya.

Aisyah kini hanya terisak melihat keranda jenazah di teras rumah itu dengan wajah sendu dalam gendongan bibinya. Aisyah masih belum bisa mencerna apa yang terjadi, masih tersisa isak tangisnya. Tuhan telah memilih Aisyah untuk menjalani takdir ini. Aisyah dipilih untuk menemani Abi, ditinggalkan oleh ummi dan adiknya tercinta. Aisyah harus kuat. Aisyah harus tabah. Aisyah akan tahu bahwa ummi adalah perempuan yang hebat. Semua sayang Aisyah. Kelak Aisyah akan menjadi kunci syurga bagi Abi dan Ummi berserta adiknya Umar. Jangan menangis lagi Aisyah.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Semoga Aisyah tabah dan kuat jalani hidup ini tanpa umi. Surga untuk umi Aisyah.

02 Jul
Balas

Aamiin terima kasih ibu

02 Jul

Innalilahi wa Inna Ilaihi Raji'un

02 Jul
Balas

Terima kasih ibu

02 Jul



search

New Post