Besar Pasak daripada Tiang
Tasrif (#Tagur H, 133/ R. 3 )
Kadang terlalu mementingkan akan kemauan yang dituruti sehingga tak sesuai dengan apa yang terjadi. Pengeluaran yang begitu besar dari pada pemasukan yang diterima, tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Akibatnya, timbul permasalahan baru karena lebih memperturutkan keinginan dan kemauan yang diharapkan.
Padahal, kita dituntut untuk hidup berhemat, hidup sederhana. Namun, yang terjadi banyaknya kebutuhan yang diinginkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Oleh sebab itu, jangan sampai kita memperturutkan hawa nafsu yang hanya nikmatnya sesaat dan sementara.
Sebab, ketika kita ingin segalanya, tentu disesuaikan akan kemampuan yang kita miliki. Apakah sesuai dengan pendapatan yang kita peroleh atau sebaliknya. Gali lobang tutup lubang, habis duit bayar hutang.
Banyak fenomena baru yang terjadi, tampilan yang keren dan memoles pesona dunia, yang begelimang dengan harta dan pamer kekayaan. Padahal, yang diperolehnya dengan cara utang sana hutang sini, ketika tak sanggup membayarnya orang lain yang disalahkan. Dia, menganggap dirinya yang paling benar dan paling hebat. Padahal, kekayaan yang diperoleh tentu harus dipertanggungjawabkan dari mana diperoleh dan kemana diberikan?
Jangan sampai diperoleh dengan jalan yang tak baik, sehingga membawa hasil yang tak baik pula. Jangan sampai kita boros dalam hidup sehingga membawa dampak yang tidak baik dalam kehidupan yang kita jalankan.
Di dalam kitab Shahih Bukhari dijabarkan mengenai siapa orang yang boros. Dalam sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Abu al-Ubaidain, Rasulullah SAW bersabda: “ An Abu al-Ubaidain qala: sa-altu Abdullah anil mubadzirin qala aladzina yunfiquna fi ghairi haqqin,”
Yang artinya “Dari Abu al-Ubaidain ia berkata:”Aku pernah bertanya kepada Abdullah mengenai orang-orang yang berlaku boros (mubadzirin), ia pun menjawab ( yang bersumber dari Rasulullah), yaitu orang-orang yang membelanjakan hartanya bukan pada kebenaran.”
Di tengah semaraknya aktifitas pasar bebas, pola hidup komsumtif menjadi tren tersendiri. Hal demikian memang, sah-sah saja, namun akan menjadi tidak baik apabila kita tidak dapat mengimbangi dan menakar kemampuan diri dengan rayuan manis produk dan produk yang bersiliweran di mana-mana.
Dalam kitab Tafsir Al-Jalalain karya Jalaluddin al-Mahali dan Jalaluddin as-Suyuti disebutkan, orang yang boros ialah mereka yang mengikuti jalan setan. Bahkan orang-orang boros tersebut diibaratkan layaknya saudara dekat setan. Prilaku boros masuk dalam kategori tercela, dan tindakan tercela merupakan kegemaran setan.
Untuk itu kita harus banyak berhemat untuk memikirkan masa depan yang lebih baik, dalam sebuah ungkapan mengatakan hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin.
Orang yang hidupnya berhemat, tidak boros akan membawa kebaikan. Apalagi harta yang dipergunakan untuk dijalan Allah SWT, maka akan dilipatgandakan harta dikemudian hari. Sering bersedekah kepada orang yang sangat membutuhkan. Anaknya yang butuh biaya sekolah, diberikan sebagai investasi akhirat untuk dikemudian harinya. Dengan demikian pada nantinya ilmu yang diperoleh akan diangkat derajatnya pada nantinya. Menambah wawasan dengan belajar sepanjang hayat, dan banyak membaca buku dengan membeli buku yang bermanfaat setiap bulan akan menambah kemampuan ilmunya dikemudian harinya.
Artinya hartanya dipergunakan dijalan yang baik, bukan kepada jalan berfoya-foya dengan kenikmatan yang sesaat. Orang yang berfoya-foya pada nantinya membawa nestapa dikemudian harinya.
11/05/22
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mantap ulasannya keren
Kereeen