Latihan Baris Berbaris Memupuk Kedisiplinan dan Nasionalisme
Berawal dari pesan wa yang masuk ke gruf sekolah, yang intinya mewajibkan setiap sekolah untuk mengirimkan peserta Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB). Saya langsung koordinasi dengan kepala sekolah yang kebetulan baru menjabat di sekolah ini. Pada intinya beliau menginginkan sekolah ikut berpartisipasi. Awalnya saya menolak dengan alasan transport yang dibutuhkan lumayan besar, karena memang kami berada di daerah terpencil di Kecamatan ini. Selain dari itu, bantuan operasional sekolah juga belum cair.
Sebagai satu-satunya pengajar definitif, tentu saja garapan ini harus menjadi salah satu tanggung jawab utama bagi saya. Kalau hanya mengandalkan rekan-rekan saya yang masih tenaga honorer, sepertinya kasihan mereka. Gajih mereka kecil, eh ditambah banyak beban garapan. Cukuplah mereka membantu saja.
Walaupun berat, karena waktu pelaksanaan yang sangat mepet, kami berusaha semaksimal mungkin membentuk pasukan lomba ketangkasan baris berbaris. Mulai dari pemilihan peserta yang kami pilih dari beberapa siswa yang tidak terlalu lama sudah mengikuti lomba polisi cilik. Mudah-mudaha meringankan bebanku, pikirku dalam hati. Ternyata memang benar, siswa yang sebelumnya mengikuti lomba polisi cilik, lebih mudah mengerti dan mempraktikkan gerakan baris berbaris.
Dua hari sudah, kami melaksanakan latihan baris-berbaris dibantu oleh rekan-rekan guru lainnya. Setelah dirasakan dan diamati latihan baris berbaris mempunyai dampak positif terhadap kedisiplinan dan nasionalisme.
Salah satu dampak positif latihan baris berbaris adalah penanaman sikap positif kedisiplinan. Salah satu dampak positif dari LKBB adalah disiplin berpakaian. Selain itu baris berbaris juga melatih kedisiplinan dalam berbicara. Tidak asal berbicara diluar instruksi baris berbaris.
Latihan baris berbaris juga memberi dampak positif pengembangsn nasionalisme siswa. Momen yang sangat langsung terasa adalah pada saat penghormatan terhadap bendera kebangsaan kita. Peristiwa tersebut akan meningkatkan rasa nasionslisme. Mereka akan semakin bangga berada di wilayah negara kesatuan tepublik Indonesia.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar