Bersabarlah Aini
Pagi-pagi mendapat kabar kurang baik, ibu dari Aini murid kelas 6 meninggal dunia. Terbayangkan dalam pikirku betapa sedihnya Aini muridku yang sederhana ini ditinggalkan ibunya. Terpikirkan hari ini saya dan anak- anak kelas 6 untuk melayat ke rumah duka.
Sesampainya di sekolah, beberapa siswa mengumpulkan sumbangan untuk keluarga Aini. Mereka megumplkan sumbangan seikhlasnya untuk takziyah kepada keluarga Aini. Pembelajaran khususnya kelas 6 hanya dilaksanakan setengah hari karena kita berencana takziyah.
Tepat pukul 10.00 kami kelas 6 langsung menuju ke rumah duka. Sesampainya di sana kami menemui keluarga duka, ayahnya Aini, kakaknya, dan Aini. Yang terpenting dari semua itu, kami menguatkan anak bungsunya Aini untuk tetap tegar menghadapi semua cobaan ini.
Alhamdulillah terlihat kondisi Aini sepertinya tegar menghadapinya. Karena kakaknya juga terlihat menguatkan adiknya tersebut. "Untuk Aini bersabarlsh nak, dirimu tidak sendiri, masih ada ayah, kakak, teman-teman, gurumu". Kami selalu mensuportmu.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar