Syaifur Rijal

Saya adalah seorang orang yang tak sengaja menjadi guru. Sejak kecil cita-cita saya menjadi seorang super hero. Sampai pada akhirnya saya bertemu dengan seorang...

Selengkapnya
Navigasi Web
Merindu Sang Purnama
Sumber Gambar : Kompas.com

Merindu Sang Purnama

Tantangan menulis hari ke-19

#TantanganGurusiana

Semilir angin malam membelai hati yang sedang gelisah. Gundah gulana tak tentu arah. Saat itu, purnama sedang memancarkan cahayanya. Namun tak seterang biasanya. Faris yang saat itu sedang terbaring dikamarnya. Merenung memandang wajah sang purnama. Hatinya seolah bercerita kepada sang purnama tentang tajamnya rasa rindu yang telah lama ia pendam. Berharap wanita yang ia cinta segera kembali dalam pelukan.

Berat memang menanggung rindu kepada orang tersayang. Sedetik serasa satu jam. Sehari serasa sebulan. Inilah yang sedang dirasakan Faris. Ia sementara terpisah dengan orang yang ia cinta. Bukan karena tidak ada kecocokan. Melainkan karena sang kekasih sedang menyelesaikan pendidikan.

Saat itu, hanya lewat telepon keduanya menyampaikan masing-masing kerinduan. Buku harian menjadi teman setiap malam untuk mencurahkan isi hati yang tak tertahan. Sajadah cinta menjadi saksi betapa tulus hati mereka saat bermunajat kepada Tuhan disepertiga malam. Berharap semua diberi kelancaran dan mereka segera kembali dipertemukan.

Siang itu, seorang anak berlari menuju rumah Faris. Dengan sangat tergesa-gesa ia memanggil nama Faris sambil mengetuk pintu. “Kak Faris…!!!!!!” teriak anak itu dengan lantang. Faris yang baru selesai menunaikan sholat dzuhur. Dengan masih mengenakan sarung, kemeja dan songkok. Ia membuka pintu.

“Wa’alaikumsalam. Ada apa Fatih? Ngetuk pintu ndak ngucap salam.” Tegur Faris

“Hehehe. Assalamu’alaikum kak Faris. Aku mau ngasih ini buat kak Faris.” Sambil menyodorkan sebuah amplop berwarna putih.

“Apa ini?” Tanya Faris keheranan sambil mengambil amplop tersebut.

“Fatih juga nggak tau kak. Fatih Cuma disuruh ngasihkan itu ke kak Faris. Ayah tadi yang nyuruh. Ya udah kak. Aku mau maen lagi. Daaaaa. Assalamu’alaikum.” Sambil berlari meninggalkan Faris.

“Wa’alaikumsalam. Awas hati-hati. Terimakasih ya Fatih” Teriak Faris sambil melambaikan tangan kepada Fatih.

Faris masuk kedalam rumah. Ia mulai membuka amplop tadi karena penasaran apa isinya. Setelah dibuka, terdapat secarik kertas yang terlipat membentuk hati. Ia buka perlahan. Dipojok kanan atas terdapat tulisan tangan yang sangat rapi.

“Dari purnama yang kau cinta. Dessy Purnamasari”

Ternyata amplop tersebut berisi surat dari wanita yang sangat ia cinta. Setlah membaca surat tersebut. Wajah Faris terlihat sangat bahagia dan tanpa sadar air mata mengalir membasahi pipinya. Berkali-kali ia mengucap hamdalah kemudian dilanjutkan dengan sujud syukur.

Dari surat tersebut, Dessy memberikan kabar bahwa ia telah menyelesaikan pendidikannya dan telah lulus. Dia juga menjadi lulusan terbaik. tiga hari lagi ia akan segera pulang. Inilah yang membuat Faris sangat bahagia. Sebentar lagi, orang yang sangat ia cintai akan segera pulang dan mereka akan segera bertemu kembali.

Akhirnya, waktu yang dinantikan telah tiba. Faris yang merupakan tunangan dari Dessy menunggu kedatangan pujaan hatinya bersama keluarga Dessy di stasiun. Keretapun datang, semua penumpang mulai turun dari gerbong. Tiba-tiba Fatih berteriak.

“Mbak Dessy!!!!” Teriak Fatih sambil berlari menuju seorang wanita yang terlihat anggun dengan gamis berwarna merah muda. Hijab yang ia kenakan semakin membuatnya terlihat sangat cantik.

Sesampainya dirumah, Dessy menceritakan bagaimana pengalamannya ketika menyelesaikan pendidikannya kepada keluarga. Ditengah-tengah keseruan saat Dessy bercerita. Tiba-tiba ayah Dessy menanyakan bagaimana perasaan Faris saat Dessy kini telah berada dihadapannya. Tentunya Faris menjawab bahwa ia sangat senang dan bahagia karena wanita yang ia cintai kini telah kembali.

Kegembiraan Faris dan Dessy tidak berhenti disitu. Orang tua Faris mengatakan bahwa dalam waktu dekat Faris dan Dessy akan segera menjadi suami istri. Orang tua mereka berdua telah bermusyawarah dan telah memilih hari yang pas untuk melangsungkan pernikahan Faris dan Dessy.

Akhirnya, waktu pernikahan telah tiba. Dengan memakai setelan jas berwarna hitam dilengkapi dengan songkok hitam. Faris dengan gagah bersiap untuk membaca Ijab Kabul. Disisi lain, Dessy terlihat sangat anggun dengan gaun pengantin berwarna putih yang dilengkapi dengan hijab diwajahnya.

Iijab Kabul telah selesai dibacakan. Dengan sekali bacaan dengan lantang dan sangat lancar. Akhirnya, Faris dan Dessy kini telah menjadi pasangan suami istri yang sah. Dessy telah menjadi milik Faris untuk selamanya.

Kini, sang purnama telah kembali kepada Faris. Bukan hanya kembali, bahkan dimiliki. Pernikahan menjadi akhir dari sebuah penantian panjang yang sangat melelahkan. Namun dengan kesetiaan dan kesabaran, semua akan indah pada waktunya.

Tantangan menulis hari ke-19

#TantanganGurusiana

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Alhamdulillah, cerita yg luar biasa

02 Dec
Balas

Kisah dg akhir bahagia... Salam sukses,pak

02 Dec
Balas



search

New Post