TEGAR
Para pelayat satu persatu pamit pulang, tenda yang dari tadi penuh dengan para pelayat kini sudah kosong. Kini yang masih tersisa adalah keluarga dekat yang berada dalam rumah duka.
Rani mengajak ponakan- ponakannya membantu dia menyapu halaman tempat berdirinya tenda duka itu.
"Ayo ponakan KK yang Sholih Sholihah ini. Siapa yang mau membantu Kaka Rani menyapu?." Tanya Rani semangat
"Saya Ka Rani." Jawab Iksan
"Saya juga ka Rani " sahut umi dan Dila barengan sembari mengambil sapu lidi.
"Baik. Kalo begitu, Umi dan Dila menyapu di luar ya sedangkan Iksan bantu ka Rani menyapu di dalam rumah ya sayang."
"Siap kerjakan ka Rani." Jawab mereka serentak.
Dalam beberapa saat, rumah sudah bersih. Baik dalam rumah maupun di luar rumah.
Setelah semua beres mereka pulang ke rumah masing-masing. Tak lama azan magrib berkumandang dan saatnya sholat magrib berjamaah di masjid.
"Dek, ayo bangun sholat magrib. Ya Allah kepalanya panas sekali dek.'
Rani menaruh telapak tangan di atas kepala Faisal. Sebenarnya Rani sedih tapi dia berusaha tegar. Dia ambil air dan kain handuk kecil ukuran sapu tangan untuk nengompres kepala Faisal adik bunsunya itu.
Setelah mengompres, Rani juga ambil air wudhu untuk sholat magrib sendirian karena papanya dan Ade kedua Rani sudah sholat berjama'ah di masjid.
" Ya Allah, cobaan apa lagi yang kau berikan pada hamba." Teriring air matanya bercucuran di pipi. Getaran suara itu terdengar jelas dari mulut Papa Rani.
"Rani kamu harus kuat. Tidak boleh mengeluarkan air matamu di depan papamu dan adik-adikmu." Batinnya berbisik
Rani beranjak dari tempat itu karena Faisal sudah pulas tidur dan sudah turun panasnya. Tak lama kemudian Papanya juga meninggalkan kamar Faisal dan pergi ruang tamu danmembaca al-Quran untuk menenangkan hatinya.
Sementara Rani merapikan kamar juga dapur yang masih berantakan di bantu oleh bibi-bibinya yang masih bertahan belum pulang ke rumah masing- masing.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Zerahkn semua kpdNya