Suwarni

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Serunya Bermain Dam-Daman (29)
Kisah-kisah di Waktu Kecil

Serunya Bermain Dam-Daman (29)

Tantangan 365 Hari Menulis, Hari Ke-143

#TantanganGurusiana

Permainan tradisional di waktu kecil dulu banyak sekali diantaranya main dam-daman. Main dam-daman itu seru sekali mainnya karena si pemain harus konsentrasi penuh dan fokus ketika bermain.

Menurut suarapamekasan.com permainan dam-daman adalah permainan adu setrategi dan konsentrasi antara pemain satu dengan pemain lainnya. Dam-daman ini mirip permainan catur, setiap pemain harus bergantian memainkan pionnya cuman bedanya di sini tidak ada skak math yang ada hanya makan dan dimakan serta DAS.

Permainan dam-daman dimainkan oleh 2 orang saja. Bahan yang digunakan untuk membuat permainan dam-daman ini mudah didapatkan. Media permainan ini cukup menggunakan kertas, pena, biji-bijian lalu buatlah gambarnya yang menyerupai papan catur atau mirip juga dengan permainan halma.

Cara bermain dam-daman adalah

1. Untuk menentukan siapa yang mau main lebih dulu bisa dengan suit atau hompimpa, siapa yang menang dialah yang duluan berkesempatan untuk main.

2. Lalu masing-masing pemain bergantian memindahkan pion masing-masing sebagaimana permainan catur.

3. Jika melewati pion lawan di depan kita, di depan pion lawan tidak ada pion lain maka kesempatan untuk memakan pion lawan.

4.Adapun yang dimaksud pion adalah buah yang dijadikan alat untuk bermain seperti dalam permainan catur yang bisa berasal dari batu kerikil atau juga daun yang disobek-sobek.

5. Tempat bermain dam-daman bisa di atas kertas, di atas lantai tembok, lantai papan kayu, di atas kertas atau di atas tanah dengan kita gambar arenanya dulu untuk permainan.

6. Penentuan pemenang dengan cara siapa yang pionnya lebih dulu habis dimakan lawan dialah yang kalah dalam permainan dam-daman.

7. Sanksi bagi yang kalah biasanya dibedaki dengan menggunakan bedak bata merah yang ditumbuh lalu dibedakkan di pipi pemain yang kalah.

8. Setiap pemain yang kalah tidak boleh marah atau menggerutu sebab memang sudah merupakan kesepakatan permainan.Setiap pemain harus sportif dalam permainan dam-daman ini.

Saya, Nah, Kris, dan Rumi biasanya sepulang sekolah bermain dam-daman di rumah. Setelah pulang sekolah biasanya teman-teman datang ke rumah orang tua saya. Kami bermain dam-daman biasanya menggunakan media tanah di halam rumah lalu kami gambar dengan menggunakan lidi kemudian pionnya kami gunakan daun jambu atau daun mangga, pokoknya daun-daun yang ada di sekitar rumah untuk bermain. Kami tidak pernah kehabisan akal untuk bermain dam-daman karena jika arena dam-daman yang dibeli itu masih langka sehingga kami bisa menirunya dengan cara menggambar di kertas atau di tanah.

Setelah arenanya selesai bermainlah kami sepuasnya dengan menggunakan arena tanah tersebut. Pepatah mengatakan tidak ada rotan akar pun jadi itu berlaku untuk kami bermain dam-daman. Biasanyakami bergantian untuk bermain dam-daman. Siapa yang menang dialah yang lanjut bermain dan yang kalah harus berhenti mainnya.

Ketika musin permainan dam-daman, halaman sekolah biasanya ramai oleh siswa yang bermain dam-daman. Bisa juga teras di depan kelas masing-masing juga dijadikan arena untuk bermain dam-daman. Biasanya kami meminta kapur tulis yang tinggal kecil dengan Bapak/Ibu guru untuk menggambar arena permainan dam-daman.

Demikianlah cara bermain dam-daman yang sangat melegenda itu. Hikmah dari permainan dam-daman ini adalah kita dilatih untuk konsentrasi untuk melakukan sesuatu dan pikiran kita juga harus fokus ke satu hal. Untuk itu jika Bapak/Ibu bisa, untuk mengarahkan siswa bermain dam-daman ini sangat baik untuk siswa. Demikianlah kisah ini. Sampai jumpa lagi.

Salam literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

DAS, kapan terjadinya kok gak dijelaskan?

05 Jun
Balas

Iya Pak Leck lupa, pada saat sy kelas 3 SD.

06 Jun

Mainan masa kecil dl, mantap bu

05 Jun
Balas

Iye Bu

06 Jun

Asyik

05 Jun
Balas

Iya Bunda

05 Jun

Good dam Daman kita juga sering memainkan dulunya, mantap

05 Jun
Balas

Iya Bunda.

05 Jun

Mainan tradisional yang tergerus oleh gawai. Salam kenal bun. Keren tulisannya. Jangan lupa follow saya ya

05 Jun
Balas

InsyaAllah Bunda

06 Jun

Lupa kan waktu Mun la bmain kak

05 Jun
Balas

Iye kak

06 Jun

Iye kak

06 Jun

Asyiknya main ini duluk e...

05 Jun
Balas

Iye Bu

05 Jun

pemainan tradisional yang saat ini mulai hilag ditelan gedget

05 Jun
Balas

Iya Bunda

06 Jun



search

New Post