NYATA PROYEKKU BERTAMBAH ILMUKU (Tugas 1.2.a.10)
B. Latar belakang tentang situasi yang dihadapi oleh Calon Guru Penggerak
Sebagaimana pemikiran filosofi yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara, bahwa pendidikan adalah tempat persemaian segala benih-benih kebudayaan yang hidup dalam masyarakat kebangsaan. Dengan maksud agar segala unsur peradaban dan kebudayaan tadi dapat tumbuh dengan sebaik-baiknya, dan dapat kita teruskan kepada anak cucu kita yang akan datang (Dharma, 2020)
Impian di atas sangatlah mulia. Untuk itu diperlukan upaya yang tidak kecil. Agar peradaban dan kebudayaan tadi dapat bertumbuh dengan sebaik-baiknya dan dapat dinikmati juga oleh anak cucu generasi berikutnya dibutuhkan sosok agen perubahan yang secara profesional memiliki nilai dan peran untuk kepentingan tersebut. Sosok itu adalah guru. Ya seorang guru .. menjadi sebuah kebutuhan yang sangat mendesak saat ini untuk membangun generasi bangsa yang lebih beriman, berkarakter, dan memiliki kompentensi yang sesuai dengan kodrat zaman anak saat ini.
Nilai dan peran guru dalam proses belajar mengajar sangatlah besar. Agar murid tetap bisa belajar walaupun ditengah persoalan pandemi covid-19 di masa kini, maka diperlukan strategi pembelajaran yang sesuai dan tetap mempertahankan budaya belajar yang sudah terbentuk sebelumnya. Selama ini siswa kelas VI pada akhir belajar di Sekolah Dasar, mereka membuat tugas akhir yaitu berupa alat, prosedur, atau barang yang bisa dijual sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat sekitarnya. Proyek tugas akhir tersebut dikerjakan pada akhir semester 1 dan awal semester 2.Persoalan seperti kurang minat atau bosan belajar di rumah, belajar dalam jaringan membuat murid sangat tertekan dengan keadaan ini, apalagi jaringan sering tidak stabil atau tidak ada pulsa kuota internet, lebih parah lagi masalah tidak ada smartphone atau laptop, kesulitan membuat alat/barang, kendala dalam pembuatan PPT, presentasi yang tidak teratur. Itu semua menjadi kajian tersendiri bagi seorang guru.
C. Tujuan
Adapun tujuan dari rancangan aksi nyata ini yaitu sebagai berikut.
1. Agar dapat memahami pentingnya mengembangkan diri dalam rangka meningkatkan kompetensi yang dimiliki guru.
2. Agar mampu merancang pembelajaran yang inovatif
3. Mewujudkan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan bagi siswa, sehingga materi yang mereka pelajari akan menjadi lebih bermakna.
4. Mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan merdeka belajar
D. Deskripsi Aksi Nyata yang dilakukan
Melihat kendala di lapangan dari pengalaman tahun sebelumnya, maka sebagai aksi nyata kami melakukan kegiatan sebagai berikut :
1. Membuat panduan pembuatan tugas akhir dan panduan pembuatan laporannya.
2. Mensosialisasikan kepada siswa via zoom dengan kapasitas siswa per kelas. Dijelaskan oleh wali kelas dan guru kelasnya. Juga pembagian kelompok tugas akhir, satu kelompok terdiri atas 4-6 siswa.
3. Mensosialisasikan lagi tata cara pembuatan tugas akhir dan pembuatan laporannya. Di sini siswa diminta menyetorkan alat/prosedur/barang yang akan dibuat, alat dan bahan yang dibutuhkan, cara pembuatannya, biaya yang dibutuhkan, bila barangnya dijual dicantumkan strategi pemasarannya dan konsumennya siapa saja.
4. Guru membuatkan group di WA setiap kelompok TA, sebagai alat komunikasi dan koordinasi antara guru dan siswa.
5. Guru memantau perkembangan pembuatan tugas akhir dan laporannya.
6. Guru melakukan pembimbingan dalam pembuatannya sampai selesai.
7. Selama satu bulan siswa membuat tugas akhir beserta laporannya.
8. Siswa melakukan presentasi di depan teman-temannya, guru-gurunya, dan orang tuanya melalui Zoom Meeting. Dalam mempresentasikan karyanya, siswa diperbolehkan menggunakan Bahasa Inggris dari awal sampai akhir
9. Saat presentasi tersebut orang tua siswa dipersilahkan mencoba alat atau mencicipi makanan/minuman yang sudah dibuat dan memberikan testimoninya.
10. Tugas akhir ini merupakan gabungan dari beberapa bidang studi yaitu IPA, IPS, B. Indonesia, dan B. Inggris.
Setelah itu mengkoordinasikan kepada wakil kepala sekolah dan guru-guru lain dalam satu tim terkait pelaksanaan aksi nyata yang dilakukan. Selain itu penulis juga menyampaikan nilai-nilai dan peran guru penggerak sebagai agen transformasi pendidikan yang perlu juga diketahui oleh guru-guru yang lain.
Setelah teknik tersebut dilaksanakan, siswa merasa senang dan antusias dalam belajar dan perubahan besar terjadi ketika sebelum membuat tugas akhir siswa kurang mau bertanya dan hanya menjawab ketika harus ditunjuk namun akhirnya mereka aktif dalam belajar tanpa harus takut ketika ingin bertanya maupun menjawab, dan kebutuhan untuk mengekspresikan diri dalam bentuk karya nyata dapat terpenuhi.
E. Hasil Aksi Nyata Dengan meningkatkan kompetensi yang dimiliki dan kemauan untuk belajar maka perubahan bisa dilakukan kearah yang lebih bermakna. Melalui Latihan-latihan dan belajar melalui media social, kolaborasi dengan teman sejawat dan menambah ilmu melalui seminar maupun diklat kita dapat merancang pembelajaran yang inovatif. Kita dapat berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran, dan kita dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk belajar dan merancang pembelajaran yang lebih menyenangkan. Siswa menikmati proses pembelajaran yang mereka ikuti, tidak bosan, menyenangkan, dan tentunya bermakna bagi mereka dan dapat mewujudkan merdeka belajar.F. Refleksi
1. Selama melaksanakan aksi nyata terkait nilai dan peran guru penggerak.
Hal yang saya rasakan adalah saya sangat termotivasi untuk melakukan yang terbaik dan keinginan untuk melakukan pembelajaran berikutnya menjadi lebih optimal. Seyogyanya setiap pendidik memiliki nilai dan peran dari guru penggerak, karena dengan mengetahui dan mengimplementasikan nilai dan peran tersebut akan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membahagiakan yang utamanya dapat menciptakan Merdeka Belajar bagi siswa. Sehingga dengan penciptaan suasana seperti tersebut mampu menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi anak untuk belajar dan berkembang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat jamannya.
2. Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses pembelajaran dan pengimplementasikan terkait peran dan nilai guru penggerak.
Mampu menjadi seorang guru yang inovatif yang akan mampu menciptakan suasana Merdeka Belajar bagi siswa. Untuk selanjutnya kami merencanakan bagaimana membuat perancangan strategi mengajar yang pas agar yang lebih menyenangkan, mampu menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru dan mewujudkan kepemimpinan murid.
3. Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik.
Pembelajaran dan pengalaman selama penerapan peran dan nilai guru penggerak terkait penerapan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan adalah ketika melihat siswa dalam kegiatan pembelajaran yang merasa senang dan aktif dalam belajar. Mereka sangat bersemangat ketika pembelajaran dikombinasikan dengan kegiatan lapangan secara nyata dengan membuat alat/prosedur/makanan-minuman. Selain pengalaman praktik baik yang dilakukan di atas, praktik baik yang dilakukan adalah ketika ada guru yang kesulitan dalam mengaplikasikan powerpoint dan video, penggunaan Zoom Meeting, memperkecil file video, dengan motivasi dan arahan yang penulis berikan kepada guru tersebut, guru tersebut akhirnya mampu menggunakannya.
Selain itu untuk mewujudkan kepemimpinan murid, hal yang saya lakukan untuk mendorong siswa adalah ketika proses pembuatan alat/barang, saya memberikan bimbingan kepada siswa, membuatkan group TA di WA sesuai dengan kelompoknya serta memantau di dalamnya. Menyemangati mereka ketika ada yang lambat mengerjakan PPT. Selain itu melatih mereka dalam berpresentasi merupakan sebuah tantangan tersendiri yang membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan seni tersendiri dalam berkomunikasi dengan mereka, serta bekerja sama dengan dengan orang tua di rumah agar siswa bisa segera menyelesaikan tugas-tugasnya. Kegiatan yang telah dilakukan tersebut siswa dapat merasakan dan membiasakan dirinya untuk menjadi seorang pemimpin. Prakik baik yang juga pernah dilakukan ketika mengajak guru atau teman sejawat untuk berkolaborasi, dalam hal ini saya lakukan ketika membina siswa, saya akan melibatkan guru mata pelajaran, wali kelas, dalam melakukan pembinaan terhadap siswa. 4. ‘Foto bercerita’ dari seluruh rangkaian pelaksanaan (perencanaan, penerapan dan refleksi) aksi Andaa. Perencanaan
Via zoom meeting merencanakan bersama-sama murid tentang tugas akhir mereka..
b. Penerapan
Pembuatan alat/makanan/minuman di rumah masing-masing siswa yang mendapat tugas. Kelompok TAE4 pembuatan minuman herbal.c. Refleksi
Saat presentasi ada refleksi dan masukan dari wali murid, guru, dan siswa
5. ‘Testimoni’ dari wali murid, rekan guru, dan murid yang terlibat dalam aksiTestimoni dalam bentuk video dengan link di bawah ini :
https://www.youtube.com/watch?v=LTb03Nt3Eg8&ab_channel=KampungBelajar

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Sukses selalu, Bunda. Salam literasi
Keren , salam kenal.Saling dukung dengan saling follow nggih
Kegiatan yang bermanfaat, baarakallaahu fiikum Ibu Susi Sukarno
Sukses Bu
Alhamdulillah, terima kasih pak Bambang ..
Bagus Bu Susi, menginspirasi