Berbahagia dan Bersedih Seperlunya
#Harike54
#TantanganGurusiana54
Menyibukkan diri dengan urusan dunia tetapi lalai dengan urusan akhirat, sibuk berbangga diri dengan apa yang kita punya seperti harta dan duniawi lainnya (entah itu harta benda, jabatan, kesempatan, atau juga anak-anak yang telah dititipkan Allah sama kita). Tak jarang dengan adanya fasilitas media sosial menjadikan kita (saya) memudahkan untuk ‘riya’, konyolnya lagi semakin banyak like atau komentar semakin senang lah si pemilik ber’riya’ diri. Maksud pertama mungkin hanya memberitakan khabar kegembiraan di dalam kehidupan kita, berbagi berita bahagia dan siapa tahu orang juga ikut merasakan bahagia juga dan bisa menimbulkan sikap positip dan memotivasi orang lain. Tapi bisa saja lama-kelamaan bukan hanya sekedar memberitakan kebahagian dan kesenangan kepada khalayak ramai. Tapi muncul lah rasa bangga, senang, dan bahagia dalam hati kita. Apalagi semakin banyak ‘like’ semakin senang dan bangganya kita. Sedikit demi sedikit niat awal berbagi berita gembira dengan postingan kita, lama-kelamaan terjebak juga dengan sikap perilaku ‘riya’. Parahnya lagi sehari tanpa pamer seperti hampa yang kita rasakan. Karena beranda media sosial kita notifikasi sepi. Akhirnya terjeratlah kita pada kesombongan bermegah-megah, apalagi media sosial kalau mau jujur juga mana ada kita pasang foto jelek, pamer lagi sial, dan lainnya. Secara umum yang kita upload, beritakan melalui caption ya yang bagus-bagus. Penulis jadi ingat dengan surat At Takaasur ayat 1 :
Alhaakumut takaatsur, yang artinya bermegah-megahan telah melalaikan kamu.
Jangan sampai kita bermegah-megahan dalam harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan sebagainya sehingga kita lalai dari ketaatan kepada Allah.
Kuncinya berbahagialah sewajarnya jangan berlebihan, sebab terlalu bahagia menjerat kita pada perilaku bersenang-senang. Bersedihlah seperlunya, tidak perlu mendramatisir kesedihan, ketidak bahagiaan, serta ketidak beruntunganmu yang bisa menyebabkan kufur nikmat dan jauh dari rasa bersyukur.
Semoga pembaca yang budiman termasuk yang bijak memberitahukan sesuatu kebahagian dan kesedihan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Hidup seperti roda berputar putar
Hidup seperti roda berputar putar
Hidup seperti roda berputar putar
Iya Buu kadang bahagia terkadang juga sedih.. salam...