Teman Gawai
Bisik Malam
_"Jangan pernah merasa sendiri. Ingatlah, Allah senantiasa membersamai di setiap denyut nadi dan pasti akan ada orang yg digerakkan Allah sbagai teman sejati, selalu ada menemani meski lewat gawai📞setiap hari."_
🙏🙏
Kutipan di atas mungkin agak 'alay. Namun ada cerita nyata yang mewakili. Hari ini adalah hari ke 12 saya isolasi mandiri. Setiap hari kesepian mengoyak hati. Bagaimana membuat bahagia diri sendiri jika sepi itu menyiksa setiap hari. Terlintas teman suka yang tak terhitung jumlahnya. Pada saat seperti ini hanya hitungan jari yang kadang menemani. Bukan menemani di sampingnya, melainkan lewat gawai. Bunyi deringnya saja sudah menyibak kesepian. Apalagi kemudian menanyakan kabar, bercerita masa lalu, bercanda, sungguh begitu saja melenyapkan sepi. Seperti saat sebelum menulis ini, telepon sahabat lama itu meriuhkan suasana hening Malam ini. Cerita kami mengalir hingga tak sadar menceritakan hal yang sekian lama terpendam. Ternyata teman saya itu bekas mafia yang sudah bertobat dan ingin menjadi manusia yang bermanfaat untuk sesama. Kami hening sesaat, namun hati kami berloncatan. Ada bahagia tak terasa. Sepi itu hilang. Tinggalah suara katak yang serak karena hujan kemarin tak datang lagi.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Keren ulasannya
Terima kasih Bu