Mengajar Dengan Hati. (tantangan hari ke1)
Cerita pagi ini tentang anak-anak hebatku.
Namanya Alya Qotrunnada
Kelas IV B.
Pagi itu kudapati Dia sedang terdiam, entah apa yang ada dipikrannya hari ini, tidak seperti biasanya Aku melihatnya terdiam.
"Alya..." kudekati dia sambil memanggilnya pelan.
"Saya Pak..." sahut Alya pelan.
"Apa yang membuat Kamu bersedih?" kembali tanyaku memaksa dia untuk menjawab apa yang membuatnya menjadi galau.
Pernahkah kita perhatikan satu-persatu anak-anak hebat kita setiap hari ? jawabannya tentu saja tidak semua, bahkan hampir sama sekali tidak. bagaimana bisa kita memperhatikan mereka satu persatu? tgas saja sudah demikian banyak.
Jawaban itu tidak seharusnya keluar dari kita sebagai seorang guru. Anak-anak yang telah dititipkan kepada kita adalah tanggung jawab kita sepenuhnya, dan lagi bukankah mereka adalah bagian dari hati kita?
Maknai setiap kehadiran mereka dengan ketulusan dan pikiran yang menganggap mereka seperti anak kandung kita sendiri, tentukan indikator-indikator apa yang harus kita lakukan agar kita ada dalam hati mereka, setelah tu baru memberikan materi pelajaran.
"Alya kangen Bapak, karena susah dua hari bapak tidak mengajar..." jawabnya sambil menatapku
"Maaf Nak, dua hari kemarin bapak sedang sakit, jadi bapak izin untuk tidak mengajar...." kataku menenangkannya.
kugenggam jemarinya lau kuberikan senyum termahal di dunia.
"Hayoo Nak, kita kembali bergelut dengan waktu..!" kataku sambil menuju depan kelas.
"Siap Pak!" sahut Alya dengan wajah semangat.
Nah, jika kita sudah masuk dalam hati mereka, apapun menjadi mudah dan senang.
SUDAHKAH KITA MENGAJAR DENGAN HATI HARI INI???
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Wow, keren. Ketika hati sudah bicara, klepek klepek deh. Sukses selalu dan barakallahu fiik
Itulah nalusi seorang guru pak..mengajar dengan hati merupakan jurus ampuh dalam mendidik ank2 kita..sukses pak..sehat selalu.amiinn
Mantab jiwa.. Hati hati dengan hati kk.. Hehehe, sukses selalu kk
Mengajar dengan hati akan masuk ke hati, dari hati ke hati,,hehe