Ibu Suri

Seorang Guru yang tengah belajar berkisah melalui untaian aksara......

Selengkapnya
Navigasi Web
Rara,  Adikku Penyintas Down Sindrom

Rara, Adikku Penyintas Down Sindrom

Rara, Adikku Penyintas Down Sindrom

#TantanganGurusiana

#TantanganMenulisHari_29

Hari ini aksaraku akan berkisah tentang seorang gadis kecil yang sosoknya seringkali menghadirkan keceriaan ditengah kami. Dia yang tingkahnya polos nan menggemaskan, namun terkadang menyelinap rasa haru saat memperhatikan tingkah pola Firah Rezky Nursesar, adik misanku penyintas Down Sindrom.

Kelahiran Rara adalah jawaban dari doa yang dilangitkan oleh Sang Ibu. Bagaimana tidak di usia 45 tahun Allah menitipkan buah hati yang begitu lama dia nantikan. Akupun turut larut dalam kebahagiaan, ikut menjaga dan membantu menyiapkan apa yang dibutuhkan sang bayi dan ibunya. “Dokter bilang Rara down syndrome…” Walau jauh hari dokter sudah menjelaskan resiko hamil di usia tua apalagi untuk pertamakali, Kutahu betapa hancur hati tanteku mengetahui anak yang telah lama dinantikannya menderita cacat.

Pertumbuhan Rara seperti layaknya pengidap down sindrom lainnya. Mengalami proses yang sangat lama, mulai dari bisa merangkak, duduk hingga kemudian Rara baru bisa berjalan saat berusia lima tahun. Tentu bukan hal yang mudah merawat dan membersamai proses tumbuh kembang anak down syndrome. Disaat anak yang lain sudah bisa beraktivitas berlari kesana kemari, Rara masih berada di gendongan ibunya. Disaat yang lain sudah bisa melakukan aktifitas sendiri seperti makan dan mandi sendiri. Rara masih bergantung pada orang lain untuk melakukan itu semua. Kadang kusaksikan betapa si Ibu dengan sabar membantu Rara bebersih saat BAB ataupun membersihkan pipis Rara yang seringkali mengotori lantai. Betapa Allah memberikan ujian yang juga disertai kekuatan dan ketabahan yang luar biasa pada Ibu Rara.

Layaknya penderita down syndrome, Rara mengalami kesulitan dalam berbicara, setiap kata yang dialafalkan kurang jelas, perlu memperhatikan dengan seksama saat dia berbicara.Terkadang dia akan menangis atau berteriak jika keinginannya tidak tersampaikan. Sebaliknya Rara mengerti apa yang kita ucapkan. Dia paham ketika kita menawarkan makanan, menyuruhnya diam, pun sekedar minta diambilkan air minum dia mengerti bahkan segera melakukan permintaan kita.

Sekarang Rara berusia 14 tahun. Pertumbuhan fisiknya cukup pesat. Pertumbuhan organ seksualnya tidak mengalami masalah. Tambahan tugas orang tuanya untuk menjaga dan membimbingnya saat mengalami menstruasi. Bukan hal mudah membujuk dia menggunakan pembalut, menjaga kebersihan organ vitalnya, serta melindunginya dari hal-hal buruk.

Rara adikku… saat orang-orang menganggapmu sebagai anak terbelakang mental. Sungguh dapat kurasakan hangat pelukan tanda sayangmu. Ketulusanmu saat membelai adik-adik sepupumu yang sedang menangis.

Rara Adikku, perjuangan untuk membimbingmu memang tak mudah. Tetapi selalu ada doa dan harapan kelak dirimu bisa mandiri.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post