Insiden Kecil di Jalur Trenggalek - Tulungagung
Penulis : Sukadi.
#TantanganMenulis365Eps2
#Gurusiana Hari ke-905
//
Jalur Ponorogo- Trenggalek searah menuju perbatasan Kabupaten Tulungagung Jawa Timur ramai lancar. Banyak kendaraan Box, truk, mobil pribadi dan sepeda motor melintasi jalur ini, dalam momen lebaran Idul Fitri 1446 H terpantau tanpa macet. Jalan berkelok yang diselimuti kabut, mengharuskan para pengemudi untuk tetap waspada dan konsentrasi penuh agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Memasuki perbatasan Ponorogo-Trenggalek, tepatnya di area Patung Reog, nampak banyak kendaraan pribadi terparkir di kanan kiri jalan, menurunkan penumpang sekedar ngopi dan sarapan sambil melepas lelah. Pemandangan tersebut juga terlihat di tepi jalan depan Bendungan Tugu Trenggalek.
Bendungan Tugu Trenggalek ini realisasi pembangunannya mulai dilakukan pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rampung di era Presiden Jokowi. Selain berfungsi untuk mengendalikan potensi banjir Bendungan Tugu juga akan menjadi destinasi wisata, mengingat lokasinya yang strategis berada di pinggir jalan nasional dan berdampingan langsung dengan kawasan rest area Anjungan Cerdas.
Lepas dari Bendungan Tugu, kendaraan berjalan pelan lancar karena tidak ingin melewatkan indahnya panorama alam dengan udara yang sejuk dan segar. Namun begitu tetap memacu adrenalin di sepanjang perjalanan karena di kiri kanan tebing dan jurang dalam dan curam.
Saat jalur lurus hingga memasuki kota Trenggalek, jalan agak macet disebabkan pasar tumpah yang memakan bahu jalan, berakibat kendaraan terhenti sejenak menunggu kendaraan lain yang ada di depan. Mentari pagi juga beranjak dari singgasananya melaksanakan tugas menggeser kabut pagi di jalanan yang cukup ramai.Sambil menunggu kabut hilang merubah suasana cerah, mampir di warung kopi menjadi alternatif utama saat perjalanan yang membutuhkan energi ekstra, agar netra tetap terjaga.
Jalan lurus tak selamanya menjadikan berkendara aman, insiden kecil mewarnai kelihaian menginjak rem, gas dan kopling. Saat menyalip sebuah mobil, pandangan depan tanpa hambatan, tiba-tiba saja yang disalip tidak mau mengalah. Perlu keputusan tepat, apakah mengurangi gas agar posisi mobil tetap di kiri jalan membiarkan mobil yang berlawanan arah melaju lepas, ataukah tetap menyalip dan mengadu moncong besi dengan moncong besi.
Seorang driver dituntut untuk tidak ragu-ragu disaat situasi genting, jika salah mengambil keputusan akan berakibat fatal. Sembari memberi pelajaran berharga bagi mobil yang tidak mau disalip, tombol power menyala menambah tenaga laju untuk bisa menyalip. Satu detik saja terlewat, pastinya adu moncong besi terjadi.
Begitu situasi aman, terlihat dari spion kiri, mobil yang semula tidak mau disalip tadi melambatkan spedometernya. Sengaja saya pun melakukan hal yang sama, tapi emosi di jalan harus dipadamkan, demi membunuh amarah. Tepat pukul 09.30 si hitam sampai di tujuan dan dengan lincah terpakir di samping halaman rumah.
//
Tulungagung, 3 April 2025
Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar