Sri Yusniar

Pendidik bocah - bocah di desa kecil di Deli Serdang....

Selengkapnya
Navigasi Web
Menikah itu Seni Mengalah

Menikah itu Seni Mengalah

"Bang, mau teh apa kopi? ", tanyaku dengan senyuman termanisku.

" Masyaaa Allah, istri abang memang sangat istimewa, udah cantik, perhatian lagi", Ia mwncubit gemas pipiku yang sedikit cubby. Aku tersipu malu, senyumku makin mengembang.

"Teh aja ya sayang", katanya, tangannya turun mengelus jemari tanganku.

" OK", jempol tangan kurilu kuacungkan, wajahku kupasang seomut mungkin. Aku melenggang ke dapur.

"Dik, nanti kasi lemon dikit ya tehnya", katanya sedikit menjerit, aku langsung memasak gerakan hormat ke arahnya.

" Asiaap Bos", dia tersenyum, manis sekali, hihi.

Sekitar 5 menit di dapur, minuman untuk suami tercinta sudah terhidang di meja, dia tersenyum senang, sepertinya dia bahagia sekali punya isteri aku.

"Dik.. ", panggilnya dengan tatapan memukau melihat gelas minuman yang kutata di meja.

Aku tersenyum bangga melihat suamiku yang seolah tersanjung dengan pelayanan yang kuberikan.

" Dik.. ", dia masih terharu sepertinya.

" Ya Bang, itu sudah kewajibanku untuk melayanimu dengan baik suami sayang", aku duduk di sampingnya, kurebahkan kepalaku ke lengan kirinya.

"Sriiiii, mana teh manisnya?", dia menoleh ke arahku, spontan aku terhuyung ke kiri.

" Mana teh manisnya Sriiiii? ", dia mengulangi pertanyaannya sambil mendelik ke arahku.

" Hehe, tehnya habis Bang, lemonnya juga", aku langsung berdiri sambil menggulung-gulung ujung bajuku, tapi aku tetap senyum.

"Bang bang, teh manisnya besok aja ya, janji nanti adik buatkan yang paling enak untuk abang, ini kopi dulu ya bang", aku duduk lagi di sebelahnya, cegengesan.

" Abang tak boleh marah, bersyukur saja, karena kan masih minum juga", aku kembali melendot ke lengannya.

"Hhhhhhh... ", dia membuang nafas, sepertinya dia tidak marah. Aaaah dia memang suami yang baik.

Alangkah indahnya keluarga ini, saling mengerti, mengalah demi munculnya kebahagian.

Menikah itu memang seninya mengalah.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Salam literasi

05 Feb
Balas

Salam literasi Bu Risma

05 Feb



search

New Post