Mendadak Reuni Bagian Empat Belas
#Gurusiana365/Suru, 18 Desember 2023
***
Peyek cethol merupakan makanan khas daerah rawa dan waduk. Masyarakat sekitar Bedungan Kedungombo juga memiliki makanan khas babby crispy. Jika peyek cethol bahan utama wader dedok/cethol yang perutnya besar. Babby crispy berbahan dasar anakan wader/ikan layang, masyarakat Jawa menyebut gereh pethek.
Selepas Magrib dan ngobrol secukupnya, kami pamit pulang. Mengingat sahabat putih biru ada yang rumahnya Purwodadi, Semarang, dan Batang. Takut mereka kemalaman sampai rumah. Maklum beberapa diantaranya merupakan ibu rumah tangga yang berangkat tanpa didampingi suami.
Perjalanan dari Rawa Jombor menuju jalan Jogja-Solo cukup lancar karena situasi jalan sepi. Sesampai di daerah Delanggu, rombongan memilih lewat jalan utama daripada jalur alternatif lewat Jatimon. Mengingat jalur Jatimon-Boyolali biasanya padat oleh kendaraan berat membawa material dari lereng gunung Merapi. Baik berupa pasir, batu split, dan batu belah.
Kebiasaan para pengemudi truk pembawa material galian C biasanya berjalan beriringan. Konvoi mereka tidak hanya satu atau dua truk. Mereka seolah konvoi untuk saling bantu membantu jika salah satu truk mengalami masalah. Baik masalah pecah ban, ban kempes, dan as roda patah.
Kebersamaan sopir truk pembawa material dari lereng gunung Merapi memang luar biasa mantap. Jiwa gotong royong yang masih dilestarikan. Tidak ada persaingan diantara mereka. Seolah mereka bagaikan saudara, walaupun kenyataan mereka berbeda perusahaan.
Tak terasa jarak Delanggu sampai Kartasura begitu dekat. Arus lalu lintas lancar. Hanya ada beberapa perempatan jalan dengan lampu pengatur lalu lintas yang dilewati. Sampai di pertigaan Kartasura, rombongan berbelok ke kiri mengambil arah Solo-Semarang.
Tawaran kami untuk singgah sekadar minum di warung mereka tolak secara halus. Mereka berdalih masih cukup kenyang. Hingga sampailah di depan gang menuju arah rumah. Mobil yang kami tumpangi berhenti untuk menurunkan awak. Keinginan mereka mengantar sampai rumah jelas awak tolak karena rumah kami berada pada jalan lingkar utara yang satu arah ke Solo.
Lambaian tangan menjadi pertanda kami harus berpisah untuk sementara waktu. Jika Allah masih memberikan nikmat sehat, insya Allah tali silaturahmi alias reuni kecil bisa dilakukan pada kesempatan berikutnya dengan tujuan yang tentu berbeda.
*
Terima kasih kepada Mas Burhani Abu Bakar Arsyad, Mas Trianto Ibnu Badar, Bunda Cicik Rahayu, Bunda Amel Yasin dan Bunda Siti Jamiatu Soliha yang masih setia SKSS dan berbagi kebaikan.
Selamat menikmati libur bersama keluarga tercinta. Pakde masih membersamai tenaga kependidikan menyelesaikan pekerjaan rutin. Mengingat yang libur hanya peserta didik dan pendidik.
Salam sehat.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Luar biasa menginspirasi pak Dhe
Alhamdulillah
mantap pakde....salam sukses dan sehat
Aamiin ya robbalallamin
Wauw...reuni yg sangat mengesankan. Btw maksudbya Jatinom ya P Dhe? Mf ada tipo sdkt kliru Jatimon.
Betul
Sukses dan bahagia selalu pak Sri
Aamiin ya robbalallamin
Safarinya bisa bersambung, Pak Dhe. Eh, ada Si Embul ganteng.... Salam buat Embul, Pak Dhe.
Terima kasih
Gereh pethek enak tenan. Semoga bisa berkumpul lagi ya Pakde dilain waktu. Sukses selalu untuk Pakde.
Aamiin ya robbalallamin
Keren
Alhamdulillah