Sri Widowati

Asalamualaikum.... Sahabat, kenalkan nama saya Sri Widowati, seorang guru Matematika di salah satu SMA di Banyuwangi Saya lahir di kota Brem, Madiun Matemati...

Selengkapnya
Navigasi Web
LANTAI EMPAT

LANTAI EMPAT

Bunga-bunga bermekaran di depan Dormitory. Gemericik air kolam yang berair mancur menambah indah suasana. Dari balkon dapur lantai empat kusaksikan, sekelompok wanita paruh baya melakukan gerakan-gerakan taichi di tanah lapang dekatku, untuk menjaga kesehatannya. Gadis-gadis berkulit putih mulus khas Tionghoa, mulai berlalu lalang. Seperti yang biasa aku temui di jalan-jalan kampus, mereka menampakkan keindahan betis dan pahanya. Badan-badan ramping terbungkus baju modis, meski dari kejauhan, tetap membuat mata enggan berkedip. Lengan baju rata-rata kutung. Sesekali pusar pun kelihatan, menampakkan perut-perut tipisnya. Busana khas musim panas negara Tirai Bambu. Mataku masih dimanjakan beberapa warna-warni payung cantik yang melindungi wajah-wajah manis khas Asia itu. Rambut hitam legam lurus dan tebal kadang-kadang dikeriting gantung, sangat kontras dengan kulit putih mereka. Luar biasa, indah sekali ciptaan Tuhan. Sungguh, menyaksikan ras asli Asiatic Mongoloid di negaranya sendiri jauh lebih mempesona daripada ketika melihatnya dari layar televisi atau youtube saja.

Di seberang jalan, nampak puncak gedung yang lebih tinggi dari dormitory ini. Meskipun bangunan modern, namun memiliki atap Wu Tian khas China. Atap gedung berwarna merah tersebut nampak menonjol karena yang tertinggi dibanding sekitar dan hanya satu-satunya yang beratap klasik. Sedang di pojok kanan depan, bus kampus terparkir rapi. Tulisan berbunyi Yangzhou University, berwarna hitam gelap, tersusun dari huruf-huruf Mandarin Hanzi, kontras dengan warna bis, yaitu biru muda dan putih.

Seketika jiwa romantisku keluar. Bergegas kukembali ke kamar 405. Kuambil kamera digital dan kukalungkan ke leherku yang tertutup kerudung. Kembali kuberdiri di balkon dapur. Kunikmati setiap momen dengan mulai merekam dan memotret susana pagi itu.

Aku asyik dengan duniaku sendiri, hingga tak terasa, peluh menetes di keningku. Di tengah keasyikan itu, tanpa sadar, beberapa kali sudut mataku menangkap bayangan laki-laki di belakangku. Sepertinya ia sedang menikmati secangkir kopi yang diseduhnya sendiri.

Ketika aku telah puas merekam dan memotret setiap peristiwa. Peluh mulai membasahi kening, kaos dan kerudungku. Langit tetap abu-abu, tanpa mendung, awan dan matahari. Tapi suhu tetap 34 derajad celcius, 2 sampai 4 derajad lebih panas daripada di Banyuwangi.

Aku membalikkan badan, tanpa sengaja mataku bersitatap dengan mata laki-laki itu. Dia melemparkan senyum manisnya padaku.

"Hi!" Sapanya

"Hi!" Jawabku sambil tanpa sengaja melihat baju depannya yang terbuka dua kancing. Masih tanpa sengaja lagi, otakku merekam ada bulu lebat di dadanya. Sesuatu yang jarang dimiliki oleh lelaki Indonesia.

Ya, namanya Akhtar. Lelaki berkebangsaan Pakistan itu, memanglah sangat menawan. Posturnya tegap dan tinggi. Tapi itu menurutku. Sebab di kalangan teman-temanku yang lain, Dokter Nickar dari India jauh lebih popular. Di lantai empat ini memang sengaja diisi oleh mahasiswa muslim. Rupanya pengelola dormitory menyadari bahwa kesamaan pesan yaitu kulkas tanpa daging babi dan olahannya membuat kami berkumpul di sini.

Baiklah, kuperkenalkan dengan penghuni lantai 4, International Dormitory Yangzhou University. Yang pertama adalah dua gadis manis dari Bangladesh, namanya Mishu dan Kona. Mereka mengambil kuliah S1 kedokteran. Lalu dua remaja laki-laki dari Yordania yang sangat manis dan imut-imut untuk ukuran laki-laki. Rambutnya keriting seperti Giring Nidji. Kami biasa memanggilnya duo pinky. Hahaha, ada seorang temanku dari Malang sering histeris sambil mecubiti pipinya sendiri selepas bertemu mereka.

Keseruan lantai empat masih ditambah dengan seorang wanita cantik yang sedang mengambil gelar doktor bersama suaminya dari Syiria. Mereka memiliki balita super imut yang bernama Tsutsu. Kadang-kadang kami memanggil Tsutsu dengan sebutan princess. Ada juga balita yang tak kalah cantik. Namanya Aminah, ayahnya berwarganegara Syiria dan ibunya adalah muslimah China. Masih ditambah seorang calon dokter yang juga dari Pakistan. Ia seorang hafids yang sangat menjaga pandangan. Namanya Syahid. Yang tak kalah islami adalah ustadz Syarif warganegara Nigeria, satu-satunya mahasiswa dari benua Afrika di lantai empat.

Lalu, kegaduhan lantai empat, disumbang oleh 10 mahasiswa laki-laki remaja dari Bangladesh dan 20 mahasiswa S2 dari berbagai kota di Jawa Timur, Indonesia. Tak perlu kusebutkan satu persatu nama mereka, karena kertas ini akan penuh kalau mengulas mereka satu persatu.

Bagaimana kisah selanjutnya? Ditunggu ya!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

izin follow bu

01 Feb
Balas

monggo bapak

01 Feb

Aku ingin sebagai Akhtar, lelaki Pakistan yg saban waktu melihat siluet indah itu

01 Feb
Balas

woowww...

01 Feb

Keren Bunda....Judulnya menghipnotis....

01 Feb
Balas

Terimakasih ibu...

01 Feb

Wow, seting Jepang. I like it. kece bu. Jangan buru-buru bertuturnya. Bayangan saya horor nih lantai 4 judul juga kece. ditunggu lanjutannya

01 Feb
Balas

Terimakasih masukkannya...sangat berguna untuk saya yg masih belajar

01 Feb

Ga sabar, menanti hebohnya lantai empat...

01 Feb
Balas

terimakasih

01 Feb

Keren ceritanya, ditunggu kelanjutannya

04 Feb
Balas

terimakasih semangatnya :)

04 Feb

Keren banget draf novelnya bu.

01 Feb
Balas

Terimakasih

01 Feb

Kereen....guru maematika yg nyastra...

01 Feb
Balas

maturnuwun...org yg sering menginspirasiku :D

01 Feb

Keren bunda

01 Feb
Balas

terimakasih....

01 Feb



search

New Post