(Tulisan ke 83) HARAPAN MEMUTIH
Sepi embun menyapaku ramah.
Berbalut seulas senyum meranum.
Bertanya lirih tentang rinduku terabai.
Apakah langit juga masih memelukku.
Di hamparan nan tiada berbatas asa.
Apakah senandung alam masih membelai ?
Antara doa - doa terindahku di ujung malam.
Kelana jiwaku tiada tempat beradu dan mengadu.
Harapanku kadang terpupus tertelan senja gulita.
Harapan manakala memudar terhapus gerimis.
Satu kata kugantungkan cintaku di cakrawalaMu.
Kuikatkan di kokohnya ranting pohon berhijau.
Kuyakinkan lentera itu pasti tiada redup bersinar.
Meski tertiup perkasanya bayu melambai.
Kunyalakan lilin di sukma nan tersiksa.
Biar janjiku tiada pernah kau lupa.
Tetap menyatu mendayung sampan rasa.
Mengepakkan sayap menggapai bahtera.
Walau kadang diriku hanyut dan terluka.
Kutuliskan makna hidup sejati bersahaja.
Dalam cerita yang tiada kunjung berhenti.
Magetan, 3 November 2022
Penulis : Sri Sugiyati, S.Pd
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Puisi yang indah. Keren, Bunda
Puisi yang keren Bunda. Barakallahu fiik
Sulaman kata nan bermakna, puisi dengan sarat makna. Salam sukses Bunda.
terima kasih bunda nanih dan bunda Siti, salam sehat dan salam literasi