Nabil Ingin Jadi Cheft
Bau yang tak asing lagi terciun ketika ku buka pintu rumah, beriringan dengan jawaban salam dari arah dapur. Spontan aku bersorak, "bikin martabak lagi ya Bil?". Sembari ku berjalan ke dapur, terdengar sahutan nabil, " Iya bu". Memang benar dugaanku, si bungsu yang masih duduk di kelas 3 SD mulai menyalurkan hobbynya kembali.
Ketika sampai di meja makan, terlihat timbangan 2 kg di atas meja dengan sedikit tepung masih bersisa di atas timbangan tersebut. Di atas meja pun tepung pun berserakan. Waduh... Berantakan sekali ujarku dalam hati. Sesampainya di dapur, lebih parah lagi... Semua terlihat berdesakan letaknya, gelas, panci tuk mengaduk bahan, mentega, gelas dan lainnya.
Kondisi itu sudah biasa kulihat setiap Nabil menyalurkan hobbynya. Dia hanya bisa masak, tapi belum bisa membereskannya.
"Sudah masak martabakanya ya Bil? ", ujarku
" Sudah bu, Ambi berhasil bu.... Martabaknya cantik seperti yang di jual orang di pasar", ujarnya dengan wajah berseri.
"Wah... Semakin profesional Nabil nya, sudah bisa jualan martabak nih", ujarku.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
salam kenal juga pak
Salam Literasi bunda