TIADA GAIRAH LAGI
TIADA GAIRAH LAGI
Kulihat dia tertunduk
Diam seribu basa
Ku tak tahu apa yang terpikir dibenaknya
Setelah dengar untaian kata
Pedas terasa menggores hatinya
Bertahun lamanya
Merawat
Menjaganya
Dengan sepenuh jiwa dan raga
Sedetik jua sirna
Dihempas oleh gemuruh suara
Memporakporandakan harapan dan impian
Yang selama ini terukir indah di relung hatinya
Kini musnah sudah
Lenyap sudah
Hanya rasa kecewa yang mendalam
Terpancar raut wajahnya semakin pias
Seperti tiada gairah lagi
Subah, 26 Octobre 2018
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Puisi yang apik. Salam literasi dari Medan, bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.
Terima kasih Ibu Raihana Rasyid... Salam Literasi.. Salam santun dari Batang... Aamiin... Doa yang sama tuk Ibu juga...