Menatap Senja
Berbeda dengan Alvine yang menolak akan perjodohan dari kedua orangtuanya, Ariel justru merasa beruntung karena sang mama mempertemukannya dengan Anastasia yang belum lama dikenalnya. Namun Ia merasakan kenyamanan berada di sisi Ana. Tinggal menunggu waktu yang tepat Ia akan membuat hati Ana tertahan padanya.
“Sayang…supaya senada dengan dress nya Ana, kamu pakai kemeja dan jas ini ya. Sudah mama siapkan buat kamu.”
“Ini mama yang beli?”
“Iya sayang.”
“Mama semangat banget sampai beliin aku baju dan Ana juga.”
“Kamu juga semangat kan? Beliin perhiasan buat Ana?”
“Iya sih Ma…makasih ya Ma, mama selalu baik sama aku.”
“Sama-sama sayang….kamu cobain dulu.”
“Coba aja kan? Perginya kan masih nanti siang.”
“Iya.mama mau lihat aja.”
Ariel mengenakan kemeja dan jas yang dibelikan oleh mamanya. Sambil bergaya di depan kaca di kamarnya.
“Ganteng banget anak mama.”
“Apaan sih Ma..”
“Kamu serasi banget pakai jas ini, apalagi kalau jalan bareng dengan Ana, semua mata paasti tertuju sama kamu dan Ana.”
“Ya nggak lah Ma…yang jadi pusat perhatian itu pengantinnya, masak kita.”
“Hehe…bercanda sayang…kamu harus jagain Ana ya, jangan sampai ada orang lain yang jatuh cinta sama dia.”
“Pasti Ma…aku pasti jagain, Bu Amelia pernah pesan juga ke aku kalau aku harus jagain Ana, karena Ana itu suka terjatuh kalau ketika jalan.”
“Kamu harus buat dia nyaman, buat dia bahagia supaya hatinya senang.”
“Iya Mama…”
“Sudah yok, kita sarapan dulu, papa sudah nungguin ini.”
Mereka pun menuju ruang makan. Benar saja Papa Ariel sudah duduk dan menunggu untuk sarapan bareng.
“Papa kira kalian lagi jogging bareng, kok senyap daritadi.”
“Iya Pa, mama lagi di kamar Ariel, ngelihatin dia nyoba baju untuk acara dia nanti.”
“Memangnya kamu mau kemana Nak?”
“Ke acara pesta temen Pa.”
“Sama Anastasia juga?”
“Iya Pa.”
“Makanya mama sudah beliin baju untuk mereka berdua Pa, supaya mereka kelihatan kompak dan serasi.”
“Ide bagus itu mama, Tuh Nak…kurang apa mama kamu perhatian sama kamu, terus kapan kapan menukah?”
“Lagi proses Pa. doain semua lancar ya Pa, Ma?”
“Jangan lama-lama, keburu diambil orang, papa dulu aja hampir kalah waktu mau nembak mama kamu hampir keduluan orang lain. Tapi akhirnya papa yang menang, ya kan Ma?”
“Papa jadi mengingatkan masa lalu.”
Mereka melanjutkan obrolannya usai sarapan. Di hari libur mereka manfaatkan untuk santai di rumah menikmati kebersamaan, bercanda bersama penuh suka cita dan bahagia.
Sementara itu Ana sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk kepergiannya nanti. Ia berusaha tampil maksimal supaya tidak memalukan Ariel. Apalagi Ia adalah Bos Gemilang Group tentu sahabatnya juga dari kalangan hight class, Ia tak mau membuat Ariel kecewa dengan membawanya ke acara pesta temennya itu. Mama Amel dan Tari ikut membantu Ana mempersiapkan semunaya.
Ia menerima pesan kalau Ariel akan menjemputnya pukul dua siang. Ana semakin gelisah tak menentu takut kalau Ariel akan kecewa dengan Ana. Makanya Ia berjanji akan tampil terbaik di pesta nanti.
Ikuti kelanjutannya!
Asahan, 24 Juli 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar