Navigasi Web

Menatap Senja

Sekuat apapun Ana mencoba melupakan sang papa, namun hatinya tak bisa dipungkiri, Ia masih tetap sayang dan papanya tak akan tergantikan. Meskipun mamanya masih menaruh rasa sakit, namun Mama Amel tak ingin bersikap egois, Ia tahu Ana juga masih menyayangi papanya.

Sementara itu, Papa Hermawan masih mengingat semua kejadian hari ini hingga Ia dapat masuk kembali ke rumahnya setelah sekian lama Ia tinggalkan. Ya…rumah yang penuh kenangan itu masih sama seperti ketika Ia tinggalkan dahulu, rasa rindunya kini tlah terobati dan Ia akan terus merindukan momen itu.

“Pak…mau minum kopi?”

“Nggak Bik, saya tadi sudah sarapan di luar.”

Si Bibik langsung kembali ke dapur, Pak Hermawan duduk santai di teras belakang rumahnya.

Sementara itu di rumah Ariel sedang ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan Ariel karena Ana seakan mulai membuka hati untuknya.

“Sayang….kamu sudah benar-benar yakin dengan pilihan kamu?”

“Sudah Pa…aku sudah memantapkan hatiku.”

“Kamu jangan pernah mainkan perasaan orang lain dan kalau kamu memilih Ana, itu artinya nggak aka nada perempuan lain yang ada di hati kamu.”

“Iya Pa.”

“Terus gimana dengan Carissa? Dia barusan kasi kado ke mama kamu.”

“Dan gara-gara itu Pa, Mama harus bohong kalau mama ulang tahun.”

“Maksudnya?”

“Jadi anak kita kan mau beli perhiasan untuk Ana, supaya Ana mau menerima, makan dibilanglah itu untuk kado ulang tahun mama,dan Carissa dengar, maka dia juga ikut beliin mama kado.”

“Kalau nggak gitu nanti Ana nggak mau aku beliin Pa.”

“Kamu itu ya…belajar darimana kamu Nak..papa dulu nggak pernah bohong sama mama kamu.”

“Perlu aku buka Pa….”

“Bercanda Ma…senyum dong.”

“Gimana sih resepnya supaya kayak papa dan mama, selalu aja kayak pacaran.”

“Sayang…kami itu saling percaya, terbuka, dan tulus dari hati. Jadi kita ngejalaninya dengan rasa bahagia.”

“Benar Nak. Mama kamu ini sangat luar biasa, meski sejak kuliah dia sudah punya segalanya tap tak pernah mau bergantung dengan orangtua, bahkan sampai sekarang nggak mau hanya berdiam diri, tetap bekerja dan berkarya sesuai dengan profesinya.”

“Semoga kelak aku dan pasangan bisa seperti papa dan mama.”

“Amin…”

Seru Papa dan Mama Ariel.

“Terus gimana sayang…Ana kan kayaknya bentar lagi selesai magang kan? Aspri kamu sudah masuk kerja lagi?”

“Emang Ana bentar lagi Ma?”

“Iya…kan sudah mau dua bulan.”

“Perasaan baru sebentar. Aspri aku minggu depan sudah masuk kok Ma.”

“Makanya ntar gitu Ana selesai kuliahnya, langsung kamu lamar dia.”

“Tapi katanya dia mau kerja Ma. Dia juga mau kuliah magister.”

“Iya nggak apa-apa, dia mau kerja, mau kuliah lagi, tapi kamu harus menjelaskan hubungan kalian juga.”

“Iya Ma….doain semuanya lancar.”

“Ana itu sangat pintar sayang…mama yakin bentar lagi dia sudah menyusun skripsinya, bahkan SKS nya pun sudah mau kelar. Dia juga pasti akan cepat dapat kerja kalau melamar di perusahaan manapun.”

“Mending di perusahaan kita aja Ma.”

“Apa dia mau sayang?”

“Dia tetap melamar seperti yang lainnya, seleksi juga dan kita lihat kemampuannya, kalau ok berarti kan bisa keterima.”

“Iya sih, tapi yang penting kamu harus rebut dulu hatinya, kalau dia nyaman pasti dia mau bersama kamu.”

Merekapun melanjutkan obrolan di sela-sela libur mereka yang kesehariannya semua super sibuk dengan aktifitasnya masing-masing.

Tiba-tiba handphone Ariel bergetar dan ternyata ada pesan masuk. Ia terkejut dan perlahan membaca pesan tersebut.

Siapakah yang mengirim pesan ke Ariel?

Ikuti kelanjutannya!

Asahan, 8 Agustus 2024

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post