Navigasi Web

Menatap Senja

Ana hanya duduk diam saja di resto itu, Bahkan makanan dan minumannya pun sudah dipesankan oleh Ariel. Kini Ariel sudah tahu bagaimana Ana, demikian juga Ana yang perlahan seakan mulai membuka hatinya. Namun sejujurnya Ia masih ragu atas semua ini. tak mudah baginya percaya pada laki-laki, setelah apa yang dialami sang mama yang menghancurkan sebagian dari hidupnya.

“Ayo makan…kok dilihatin aja.”

“Iya Kak…”

“Kenapa? kok kamu kayak nggak semangat, nggak suka makananya?”

“Suka Kak…”

“Kalau ada sesuatu kamu bisa cerita dengan saya.”

“Pak Ariel, Ibu…ayo kita makan, maaf saya tadi ke toilet bentar, mari…silakan Pak, Bu….”

Ariel mengambilkan sendok untuk Ana, mereka menikmati makanan yang ada di resto mewah itu.

“Gimana rasanya? Enak nggak?”

“Enak banget ini Pak, saya suka masakannya berasa rumahan.”

“Ya kan Ana…menurut kamu gimana?”

“Enak kok…aku suka.”

“Saya ikut senang kalau Bapak dan Ibu suka dengan masakan disini.”

Usai makan, Ana dan Ariel pamit duluan, mereka pun pulang dan Ariel mengantarkan Ana hingga ke rumahnya. Namun sebelum sampai ke rumah, Ariel kembali bertanya pada Ana.

“Anastasia…kamu nggak apa-apa kan?”

“Nggak Kak…”

“Kamu nggak mau cerita ke saya?”

“Ngerasa bingung aja Kak…aku nggak tahu bagaimana dengan hatiku. Di lain hal aku kadang merasa nyaman dan damai tapi kadang tiba-tiba hati aku juga menolak dan tak mudah percaya begitu saja. Aku sering merasa sakit dan nggak tahu tiba-tiba aku senang.”

Ariel menggenggam tangan Ana…

“Kamu ragu dengan kesungguhan dan ketulusan saya? Saya bisa merasakan itu Ana. Makanya saya selalu sabar menunggu kapan kamu bisa membuka hati kamu untuk saya.”

Ana tertunduk melihat tangannya yang tergenggam penuh kasih. Tapi Ia takut jika akan terjatuh dan kecewa karena itu.

“Saya janji tak akan memaksa kamu untuk segera menerima saya, saya akan menunggu kamu sampai kapanpun.”

“Tapi aku bukan orang yang pantas Kak…aku bukanlah siapa-siapa…Kakak bisa cari perempuan yang lebih baik dari aku.”

“Perempuan itu adalah kamu, bukan yang lain.”

Ana tak bisa berkata-kata, Ia tertunduk lemah, matanya berkaca-kaca hingga tak terasa airmata itu pun akhirnya terjatuh juga. Sudah lama tangis itu tak pernah singgah, tapi kini entah mengapa Ia kembali meneteskan airmata mendengar pernyataan Ariel. Hatinya berbisik, akankah Ia percaya dengan Ariel.

Ariel menghapus airmata yang yang jatuh terburai membasahi pipi putih perempuan yang sangat baik itu.

“Jangan nangis ya…saya akan selalu ada untuk kamu.”

Diraihnya kepala Ana disandarkan dibahunya..

“Kalau kamu mau nangis, luapin aja…mungkin itu bisa membuat kamu lega.”

Ariel tak henti menghapus airmata yang tak henti mengalir. Hingga akhirnya Ana sadar kalau ternyata Ariel begitu perhatian padanya.

“Kak..kita jalan lagi ya…Maaf kalau aku sudah buat kakak jadi tidak nyaman. Maafin aku ya..”

“Nggak ada yang perlu dimaafkan, kamu itu segalanya buat saya, saya nggak ingin kamu sedih dan terus tersakiti, cukup sudah beban hidup kamu, saatnya kamu membahagiakan hidup kamu.”

Mobil pun melaju kembali hingga didepan rumah Ana.Ariel pun turun dan menghantarkan Ana hingga masuk ke rumah.

“Makasih ya Kak sudah nganterkan aku.”

“Sudah seharusnya. Ya sudah saya pamit ya, salam buat mama kamu.” Jangan sedih lagi ya…”

Ana tersenyum melepas kepergian Ariel. Hatinya kembali tenang dan merasa nyaman dekat dengan Ariel. Kini Ia harus bisa meyakinkan hatinya jika benar Ariel ingin serius padanya. Ia juga harus bisa keluar dari masa lalunya yang pernah membuat sebagian hidupnya hampir hilang. Seperti sang mama yang sudah bisa menerima kenyataan.

Ikuti kelanjutannya!

Asahan, 12 Agustus 2024

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post