School From Home dan Dilema Ibu Muda
Tugas sagusabu 2
Memutus mata rantai penyebaran covid-19, pemerintah menerapkan WFH (Work From Home) dan SFH (Belajar Dari Rumah). Sebuah pengalaman baru dan tantangan tersendiri bagi penulis. Mungkin juga bagi semua orang tua dan guru di Indonesia.
Stay at home. Orang tua dituntut bekerja dari rumah. Tak terkecuali guru-guru, mereka juga bekerja dari rumah. Memberikan pembelajaran secara daring dan memastikan para siswa belajar dengan baik.
Anak- anak juga bersekolah dari rumah. Berusaha secara maksimal agar tidak ketinggalan pelajaran. Mengerjakan tugas-tugas melalui gawai dan dampingan orang tua.
Pekerjaan yang tidak mudah. Bukan karena sulitnya jenis pekerjaan. Atau beratnya beban kerja. Tetapi masalah waktu. Harus mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan.
Sebagai ibu muda, dengan dua orang anak yang masih SD kelas rendah dan si Bungsu yang masih balita. Mereka butuh dampingan belajar yang ekstra. Berebut perhatian. Sementara si Bungsu tidak mau lepas dari gendongan.
Gawai hanya satu. Saya gunakan secara bergantian mengikuti daring pembelajaran anak yang masih SD. Sabar, kami harus antri. Sementara pada waktu yang sama, gawai itu di pakai untuk memberi pelajaran daring siswa SMA. Terbayangkan ?repotnya.
Sementara nun di sana, Murid-muridku yang SMA. Mereka juga sudah menunggu materi dari gurunya. Menanyakan dan meminta untuk dikoreksi tugas-tugasnya.
Banyak waktu bersama di rumah. Membutuhkan banyak makanan. Cucian menumpuk dari biasa. Pekerjaan bersih-bersih yang membutuhkan tenaga ekstra.Terpaksa urusan rumah tangga dikesampingkan sementara. Hanya bisa dikerjakan larut malam. Itupun dengan sisa-sisa tenaga.
Koreksi tugas siswa yang terbengkalai, juga dilanjutkan pada malam hari. Lumayan, radiasi gawai dan laptop menerpa wajah dalam waktu yang lama. Mata yang perih karena paparan cahaya. Lumayan memusingkan kepala.
Apalagi kalau si Bungsu lagi rewel, lengkap sudah. Begadang sampai pagi. Tepar. Tak berdaya diri ini. Sementara hati ingin sekali berbenah. Meningkatkan kualitas diri. Belajar dan belajar. Webinar dan webinar. Semoga pandemi cepat berlalu. Mentari bersinarlah di hatiku. Ikhlas dan sabar selalu. Aamiin YRA.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
mantab
Semoga sabar dan tetap semangat ya bund.. Sukses selalu.. Aamiin
Salam literasi bu
Ttap semangat ibu muda jng lupa jaga kesehatannya
Luar biasa, tetap semangat ya bun...