'Lukisan Lampu Stronkeng' (Tantangan menulis hari ke-4)
"Lukisan Lampu Stronkeng"
.
Saat suasana desa begitu benderang
Hamparan sawah sejauh memandang
Bocah-bocah berlarian di pematang
Tertawa riang menangkap belalang
.
Dikala langit kebiruan mulai mengabu
Sang senja pun kini perlahan merayu
Membujuk sang siang membuka baju
Menggantinya dengan suasana baru
.
Kini bumi meringkuk dikeheningan
Langit hitampun membungkus awan
Kehidupan sang malam mulai berjalan
Lampu-lampu temaram dinyalakan
.
Nun jauh di dalam desa ada satu cerita
Tentang berharganya sebuah pelita
Dalam sebuah rumah nan sederhana
Berdinding papan beratap daun rumbia
.
Dua anak kecil tampak duduk bersila
Menatap lamat sang ayah yang bekerja
Menyalakan Stronkeng sumber cahaya
Agar gubuk kecilnya tak gelap gulita
.
Diujung lelah seharian berpeluh badan
Dia coba menghadirkan sebuah hiburan
Memasukkan spiritus dalam piringan
Membakarnya dengan korek ditangan
.
Tiga menit panaslah ruang pembakaran
Sang Ayah mulai memompa perlahan
Mengkonversi minyak jadi gas buatan
Gas dan oksigen menghasilkan pancaran
.
Pancaran sinar seterang cahaya bulan
Terangi sejauh yang bisa dikendalikan
Terbitlah secercah senyum harapan
Tentang terangnya sebuah masa depan
(Edisi nostalgia, mengenang masa kecil. Saat padam listrik)
Credit gambar: Leon Shariman~2016
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Keren Oni, puisinya bagus banget.
Terimakasih ibu
Waktu TK Bu. Waktu itu kampung Oni masih belum stabil listriknya. Jadi, malam sering padam listrik. Selain lampu Stronkeng, ada juga lampu kecil yg pake sumbu. Bahan bakarnya minyak tanah. Kalau pulang ngaji, hidung sampe hitam karena asapnya. Lampu kecil itu kalau dikampung Oni namanya lampu cemprong. Hehe
Sonia sdh ngerasain lampu strongking jg to? Itu kan jaman old, sonia bukannya anak jaman now. Kenangan sekali dgn itu lampu. Jadi rindu kampung ku.