Smartphone, Bagaikan Nyawa Cadangan
Hujan deras mengguyur perjalanan saya pulang. Basah kuyup, meskipun saya mengenakan jas hujan. Jarak pandang hanya sepuluh meter. Kaca helm saya buka sedikit agar bisa melihat jelas.
Saya tiba di rumah saat hujan sudah redah. Saya membersihkan diri. Setelah itu saya wudlu dan dilanjutkan menunaikan ibadah shalat.
Usai shalat, saya mengecek smartphone. Innalillah, smartphone saya tidak menyala. Istri saya memberitahu bahwa smartphone itu kemasukan air hujan. MasyaAllah, serasa kehilangan satu nyawa. Smartphone saya rusak kemasukan air hujan saat perjalanan tadi.
Smartphone yang mati tersebut, berisi data-data penting. Mulai dari data laporan kinerja, data pribadi, nilai rapot uts, bahkan tugas anak-anak yang dikirim melalui whatsapp, masih ada yang belum saya rekap.
Kejadian ini, ibarat saya kehilangan nyawa cadangan. Tanpa smartphone, rasanya ada yang hilang dalam diri ini. Mungkin banyak orang yang merasakan hal yang sama dengan saya.
Dalam keseharian saya, lebih banyak waktu terbuang hanya untuk bertatap layar dengan smartphone. Kerja dan pembelajaran menjadi alasannya. Kecanggihan teknologi ini memungkinkan kita untuk mencari tahu apapun yang kita inginkan. Meskipun demikian, semoga godaan smartphone ini tidak melalaikan kita dari beribadah kepada Allah SWT.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
He3x. Dilema.Selama ini kita minta ank2 mengurangi pegang hp, nyatax slm pandemi semua hrs lewat hp.
iya pak, benar sekali. . . hp sdh terlanjur menjadi kebutuhan Primer. . .
"semoga godaan smartphone ini tidak melalaikan kita dari beribadah kepada Allah SWT." amiin. Ini saya kutip. Karena penting.
Iya, Bu Siti Rokhana. Dijalani dan disyukuri mawon. Hehehe. Salam Literasi
Iya, Bu Umi Maghfiroh. Salam Literasi
Terima kasih, Pak Mahfud Efendi. Salam Literasi