Pengalaman Pembelajaranku
NUMERASI DALAM MEMAHAMI SIFAT WAJIB
Pendidikan saat ini ditantang untuk berkembang mengikuti perubahan zaman. Pembelajaran yang dilakukan guru, diharapkan mampu memberikan bekal pengalaman kepada peserta didik menghadapi tantangan masa depan. Merespon hal tersebut, menteri pendidikan mulai melakukan perubahan dengan mengambil kebijakan menghapus Ujian Nasional (UN).
Ujian Nasional saat ini diganti dengan asesmen nasional. Asesmen ini terdiri dari tiga bagian, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survey karakter dan survey lingkungan belajar. AKM digunakan sebagai tolak ukur hasil belajar kognitif peserta didik dalam hal literasi dan numerasi.
Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan menggunakan berbagai macam angka dan simbol-simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari dan menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk, berupa grafik, tabel, bagan, dan lainnya, kemudian menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.
Secara sederhana, numerasi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari dan kemampuan untuk menginterpretasi informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling kita. Kemampuan ini ditunjukkan dengan kenyamanan terhadap bilangan dan cakap menggunakan keterampilan matematika secara praktis untuk memenuhi tuntutan kehidupan. Kemampuan ini juga merujuk pada apresiasi dan pemahaman informasi yang dinyatakan secara matematis, misalnya grafik, bagan, dan tabel.
Dalam pelajaran akidah akhlak, materi sifat wajib bagi Allah dapat kita terapkan pembelajaran dengan literasi numerasi. Materi ini berhubungan dengan kuantitas dari sifat-sifat tersebut. Dua puluh sifat wajib ini, dikategorikan menjadi empat. Pembagian kategori tersebut, biasanya ditampilkan dengan menggunakan bagan dan tabel. Kreatifitas kita sebagai guru dapat dimunculkan dalam menampilkan bagan dan tabel yang unik.
Selain itu, penulis dalam pembelajarannya juga pernah menggunakan tips memahami dengan urutan angka. Sifat wajib sebanyak dua puluh, berarti kita gunakan angka berurutan mulai dari 1-20. Sifat nafsiyah hanya ada satu, berarti kita tuliskan nafsiyah = 1. Sifat salbiyah ada lima, berarti kita tuliskan salbiyah=2-6. Sifat ma’ani ada tujuh, berarti kita tuliskan ma’ani=7-13. Sifat maknawiyah ada tujuh, berarti kita tuliskan maknawiyah=14-20.
Pembelajaran yang sering menyajikan materi dengan numerik tersebut, bisa membantu peserta didik dalam proses membiasakan literasi numerasi. Pada awalnya akan terasa berat. Apalagi bagi yang tidak suka matematika. Maka perlu pembiasan-pembiasan ringan seperti ini agar literasi numerasi dapat menjadi budaya dalam pendidikan kita.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Kereeen ulasannya, Pak. Salam literasi
Mantab ulasannya pak, salam kenal dan sukses selalu