Belajar dari Dinding Rumah
Rumah tempat tinggal ternyaman bagi sebagian besar orang. Tempat berkumpul bersama keluarga. Berbagi kisah hidup sehari-hari.
Secara kasad mata, rumah terdiri dari beberapa bagian. Ada dinding, pintu, jendela, genteng, dan lainnya. Semua bagian itu memiliki fungsinya masing-masing sehingga rumah dapat berdiri kokoh dan bisa dihuni.
Kali ini, saya mencoba belajar dari dinding rumah. Kita tahu ada banyak macam dinding rumah. Kebetulan rumah saya berdinding permanen. Dinding itu disusun dari beberapa material. Ada pasir, batu bata, semen dan air.
Material-material itu dicampur dengan takarannya masing-masing. Diolah oleh tangan ahli tukang bangunan yang saling bekerja sama untuk menyusunnya menjadi sebuah bangunan dinding yang kuat.
Bayangkan, apa jadinya kalau material-material itu diolah oleh orang yang bukan ahlinya. Secara kasad mata, memang akan nampak berdiri sebuah bangunan dinding. Namun kualitasnya akan diragukan. Bisa saja dinding itu akan rapuh dalam satu tahun. Tentu itu sangat tidak nyaman bagi penghuni rumah tersebut.
Pelajaran yang bisa saya ambil dari bangunan dinding adalah tentang kolaborasi. Disusun dengan material yang berbeda-beda, dapat menjadi sebuah dinding yang kokoh. Begitu juga dengan dinamika dalam kehidupan kita. Mulailah kita berkolaborasi untuk mewujudkan sebuah tujuan. Perbedaan-perbedaan itu akan menghasilkan kesuksesan bila kita bisa berkolaborasi dengan perbedaan masing-masing.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
betul . . . .berbeda itu unik, dg berbeda jadi kuat. . . . sipp
Nggeh, bu Umi Maghfiroh. Sukses selalu