Siti Sriyatun

Lahir dan menetap di Rembang, 14 September 1973. Alumni S1 IKIP Negeri Semarang Jurusan Pendidikan Matematika tahun 1997dan S2 Universitas Negeri Semarang (UNNE...

Selengkapnya
Navigasi Web
Permintaan Maaf
Dokumen google

Permintaan Maaf

#TantanganGurusiana (Hari ke 69)

Minta maaf biasanya diucapkan pada saat seseorang bersalah. Namun ada juga orang yang sulit untuk meminta maaf. Ada juga orang yang dengan gampang mengucapkan kata maaf. Seperti mpok Hindun pada sinetron Bajaj Bajuri. Mpok Hindun selalu mengucapkan kata maaf ketika akan memulai bicara.

Pada saat seseorang melakukan sesuatu, tanpa disadari kadang apa yang dilakukan tidak berkenan di hati orang lain. Menurut orang yang berbuat itu baik namun menurut orang lain belum tentu benar. Semua tergantung pemikirannya masing-masing. Dengan seribu kepala maka ada seribu pemikiran. Seribu pemikiran tersebut mempunyai pemandangan yang berbeda-beda terhadap suatu program baru.

Pencetus program pasti sudah memikirkan langkah-langkah program yang akan dilakukan. Namun di tengah perjalanan ada juga polemik. Polemik disebabkan karena pemikiran yang berbeda-beda. Selanjutnya pencetus program ingin menyamakan persepsi untuk semua kalangan. Tidak mudah menggandeng orang yang sudah merasa tersinggung atau tersakiti. Untuk itu sang pencetus program melakukan tindakan dengan meminta maaf dan berusaha untuk menggandeng lagi orang-orang yang sudah terjun dalam programnya.

Pencetus program merupakan promotor dari suatu program. Pasti pencetus program adalah orang yang berkonsep. Pandangannya sangat luas sekali. Namun karena keterbatasan manusia, tetap masih ada yang tidak berkenan. Sekali lagi karena ada 1000 pemikiran yang berbeda. Seorang yang berpandangan luas biasanya akan menerima usul dari orang lain. Pastinya dengan menganalisis usul tersebut terlebih dahulu. Tidak serta merta menerima usulan tersebut. Dengan melihat kelebihan dan kekurangan serta kemanfaatannya, pasti usulan akan dipertimbangkan. Dengan lapang dada akan menerima usulan tersebut. Jika baik kenapa ditolak? Pastinya dengan mengucapkan maaf dan terima kasih karena telah dibantu.

Ada beberapa tips dalam melakukan permintaan maaf, di antaranya :

1. Mengucapkan maaf dengan tulus

Maaf diucapkan tidak hanya sekedar formalitas. Namun maaf diucapkan karena merasa bersalah. Jika formalitas, seakan-akan tidak mengakui kesalahan. Jangan mencoba membenarkan perbuatan yang telah dilakukan. Misalnya mengucapkan “Saya meminta maaf jika perkataan saya menyakiti hati anda”. Ucapan ini mengandung makna tidak benar-benar menyadari kesalahan dan hanya mengucapkan maaf yang tidak berarti. Sebaiknya yang diucapkan adalah “Saya meminta maaf karena perkataan yang saya ucapkan, semestinya saya tidak mengatakan seperti itu”.

2. Mengakui kesalahan

Karena sudah berniat minta maaf berarti harus berani mengakui kesalahan dengan lapang dada. Kesalahan yang diakui harus sesuai dengan kesalahan yang membuat orang lain terluka. Jangan sampai meminta maaf dengan menyampaikan perbuatan yang tidak tepat. Misalnya orang lain merasa kesal karena anda tidak mendengarkannya. Namun anda minta maaf karena kesalahan tidak berbicara dengannya. Pasti teman anda menjadi kesal lagi.

3. Jangan memaksa untuk dimaafkan

Dalam menyampaikan permintaan maaf jangan sampai berlebihan. Cukup disampaikan bahwa telah menyadari kesalahan atas tindakan yang telah dilakukan dan akan mengubahnya. Selain itu tetap akan menjaga hubungan baik dengan orang tersebut. Selanjutnya biarkan orang tersebut untuk berpikir beberapa hari. Hendaknya beri waktu pada orang tersebut untuk memberi respon atas permintaan maaf kita. Yang pasti jangan memaksa orang tersebut untuk langsung memaafkan kita..

Demikian bagaimana kita harus meminta maaf dengan benar. Dalam semua tindakan pasti mengandung adab. Semua bertujuan untuk kelangsungan hubungan dalam bermasyarakat. Karena kita adalah makhluk sosial. Tips di atas bisa dipraktikkan ya

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post