Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Sore itu di teras rumah terlihat tiga anak kecil sedang bermain congklak. Mereka kakak dan adik sepupu. Saudara laki-laki berumur sekitar 4 tahun dan dua saudara perempuan berumur 5 dan 6 tahun.
Di tengah tangan mereka dengan lincah memindahkan batu di atas lubang congklak terdengar perbincangan tentang film horor. Kemudian saudara laki-laki menanyakan tentang siapa yang ditakuti di bumi ini kepada kedua saudaranya. Saudara perempuan yang paling tua menjawab bahwa yang ia takuti adalah Allah.
"Ih Eneng mah, jangan takut sama Allah. Dia mah Maha Pengasih dan Penyayang." jawab saudara laki-laki membuat aku takjub.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar