Totto-chan 2 (menulis hari ke 33)
Totto-chan diajak mamanya ke suatu tempat yang pintu gerbangnya adalah pohon sungguhan, dan ketika masuk kedalam ada beberapa gerbong kereta. Totto-chan suka sekali dengan tempat itu, bertemu dengan bapak tua. lalu mengajak ngorol hanya berdua, dan meminta agar Totto-chan menceritakan apa saja yang ingin diceritakan. Totto-chan pun bercerita banyak hal, tentang kereta api, karcis, sarang burung wallet, Rocky anjingnya yang berbulu coklat, tentang dia yang suka memasukkan gunting kedalam mulut, tentang kenapa bajunya robek-robek karena dia suka menyebrangi kebun orang dengan menyusup di bawah pagar halaman atau merayap dibawah kawat berduri dan masih banyak cerita lainnya. Bapak tua yang ternyata kepala sekolah dengan sabar mendengarkan, tidak menguap, tidak bosan, dan Nampak tertarik apapun yang disampaikan Totto-chan selama 4 jam!.
Bersekolah digerbong kereta sudah cukup aneh, yang paling aneh dari sekolah Totto-chan yang baru adalah pelajarannya. Di sekolah lain biasanya setiap jam pelajaran diisi dengan satu mata pelajaran, di sekolah gerbong ini, guru membuat daftar pertanyaan mengenai hal-hal yang akan diajarkan dan anak dipersilahkan untuk memilih kegiatan yang mereka sukai. Sangat menyenangkan bagi murid-murid. Mereka bebas berkonsultasi kepada guru, kapan saja, bebas. Guru akan mendatangi murid jika diminta dan menjelaskan setiap hal sampai anak-anak mengerti, lalu mereka diberikan latihan-latihan untuk dikerjakan sendiri, tidak ada murid yang duduk menganggur dengan sikap tak peduli saat guru menjelaskan sesuatu.
Ada kegiatan menarik di sekolah baru Totto-chan, berjalan-jalan sambil belajar. Anak-anak diajak jalan-jalan jika sudah menyelesaikan semua tugasnya. Saat jalan-jalan guru mempersilahkan kepada anak-anak untuk menyampaikan apa saja yang mereka lihat, yang mereka sukai. Langit yang cerah, udara, bunga-bunga yang tampak saat mereka melewati pohon berbunga. Guru akan berhenti sejenak dan mengambil bunga lalu menjelaskan tentang putik dan benang sari, anak-anak berjongkok mengambil dan mengamati bunga. Anak-anak menemukan bahwa ternyata benang sari tidak mirip dengan benang. Anak-anak tidak menyadari bahwa sambil berjalan-jalan, yang bagi mereka itu hanya acara bebas dan main-main, sebenarnya mereka mendapat pelajaran berharga tentang sains, sejarah dan biologi.
Buku Sumber: Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela
(Tetsuko Kuroyanagi)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Terakhir tulisan sampai hari ke 33, smg bs lanjut kembali