Siti Juwariyah, M.Pd

Nama : Siti Juwariyah, M.Pd Tempat, Tanggal Lahir : Banyuwangi, 5 Januari 1986 Unit Kerja : SMKN 1 Panji EMail : [email protected] Hp : 08121736394...

Selengkapnya
Navigasi Web
MENDIDIK JIWA ENTREPRENEUR PADA ANAK

MENDIDIK JIWA ENTREPRENEUR PADA ANAK

Penulis : Siti Juwariyah

Tantangan menulis hari ke-37

Orang tua adalah teladan bagi anak-anaknya. Hal tersebut bukan omong kosong belaka. Saya dan suami sama-sama berprofesi sebagai guru. Tetapi kami memiliki hobi yang sama yaitu berwirausaha tepatnya bergadang. Kami sering membawa putra kami dalam kegiatan di sekolah saya atupun disekolah suami. Sejak kecil putra kami yang bernama Akbar selalu ikut dikedai tempat usaha kuliner kami. Akbar sering bertanya, apakah hari ini kedai ramai pengunjung? Apakah mas-mas karyawan datang? Dan masih banyak lagi.

Dua minggu yang lalu ding ingin berdiskuasi serius denganku, yang tidak bolah ada yang mengganggu. Ku janjikan setelah sholat isya’ aku akan duduk berdiskusi diruang tamu. Setelah selesai sholat kulihat dia sudah duduk membawa kertas dan bolpint diruang tamu sambil duduk menatapku.

Akbar : “Ayo ma..., duduk sini”. Aku bergegas menghampirinya dan mencari tempat duduk yang paling nyaman dekat dengan putraku yang besar badannya tapi masih kelas 3 SD

Mama : “Oke..., sekarang mama sudah duduk, apa yang mau didiskusikan?” tanyaku yang sidikit serius menanggapi ajakannya diskusi

Akbar : “Akbar perlu modal ma..., buat buka usaha cafe dideapn rumah, mama punya uangnya?”. Perkatannya seperti orang tua saja, aku menahan tawa karena ini aneh bagiku. Kosa kata modal, cafe, yang kudengar terasa asing bagiku.

Mama : “mama punya modalnya, Akbar mau jual apa saja?”

Akbar : “aku mau jual Bakso, cireng, tela-tela, jihu, sempol, aneka sosis, pop ice, pokoknya yang sudah aku tulis dikertas ini ma.” Dia berkata sambil menunjukkan kertas yang bertuliskan menu, dan hebatnya dia juga sudah menuliskan daftar harga jualnya.

Mama : “ini daftar harga-harga jualnya dapat dari mana?” tanyaku yang makin kepo sama tulisan yang tertera dikertas, aku tau jelas kalau ini tulisan tangan akbar .

Akbar : “aku itu sudah keliling dan mencoba berbagai jajanan disekitar sekolah, mulai harga dan banyaknya jajanan yang akbar dapat”

Mama : “Oke..., berapa yang Akbar pinjam modalnya dari mama?” tanyaku pada Akbar yang mulai serius

Akbar : “aku tidak tahu banyaknya berapa Ma..., tapi aku ingin mama belanja bareng. Aku yang ambil barangnya, mama yang bayar. Bagaimana ma?”

Mama : “Oke... tapi dengan syarat tidak menggangu sekolah dan ngaji, hafalan surat-surat pendek harus lancar” anakku cerdas pemikirannya, kalau ngajak mamanya dia tidak akan bingung jika uangnya kurang. Tetapi kalau minta uang, kalau uangnya kurang dia harus minta lagi.

Akbar : “Siap ma....” sambil memelukku. Anakku paling tahu cara mengambil hati mamanya.

Sekarang Akbar sudah punya cafe mini diteras rumah. Kalau aku menyebutkan cafe bocil... emang semua menunya akbar bisa meracik sendiri. Akbar meniru saya dan suami dalam hal berwirausaha. Dia bisa menganalisis pasar, harga jual dan mencari toko yang menjual jajan murah yang akan dijual kembali, selain itu dia bekerjasama dengan ayahnya membuat desain banner cafenya. Mendidik anak beriwirausaha tidak hanya membacakan teorinya saja, tetapi mencontohkannya lebih utama.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post