Sedekah Penolak Corona
Hari ke-61
Sedekah Penolak Corona
Seluruh negeri merasa syok dengan kondisi terkini. Sedemikian cepat si virus ini menyebar ke seluruh dunia dalam waktu sekian bulan. Bahkan seorang petinggi negeri pun terpapar. Padahal sebagai menteri perhubungan, entah berapa banyak orang yang telah ditemui sebagai bagian dari tugasnya.
Siapa pun kita, harus bersiap menerima kenyataan bila Allah takdirkan sebagai korban. Meskipun segala ikhtiar dan doa dilakukan, tak ada satu manusia pun bisa menolak takdir-Nya.
Namun, ada yang mungkin terlupakan. Mereka yang telah menjadi "korban" meskipun tidak bersentuhan langsung dengan virus tersebut. Mereka adalah para pedagang yang kehilangan pelanggan, penyedia jasa perjalanan, para bapak yang mengais nafkah di bandara, pengelola penginapan, dan banyak lainnya.
Ada anak-anak yang terancam kurang gizi karena orangtuanya tak punya uang untuk membeli. Ada para ibu yang menahan perih tak mampu beli susu.
Maka, bersyukurlah jika kita pegawai yang setiap bulan tetap menerima gaji, atau karyawan yang masih menerima bayaran. Apapun kondisi negeri kita, tetap ada uang untuk memenuhi kebutuhan.
Tunjukkan peduli pada sesama. Amati baik-baik lingkungan terdekat yang terdampak wabah ini secara ekonomi. Mulai dari kerabat dan tetangga terdekat. Berikan bantuan sesuai kemampuan. Inilah waktu yang tepat untuk bersedekah. Siapa tahu, sedekah itu bisa menghalau bala, termasuk Corona, insyaallah.
Cileungsi, 15 Maret 2020
Siti Alimah Sofyan
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Aamiin
Aamiin. Mari saling mendoakan ya bu
Aamiin yra
Iya Bu Alimah... saatnya berbagi dan menunjukkan simpati... trims Bu, tulisannya membuka mata hati
Tulisan sederhana, Bu. Semoga bermanfaat. Baarokallahu fiik