Siti Alimah Sofyan

Siti Alimah saat ini bertugas sebagai guru di SDN Kelapa Dua Wetan 04 Pagi, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur sejak tahun 2013. Tahun 1997 - 2013 bertugas...

Selengkapnya
Navigasi Web
Pulang
Pulang

Pulang

Hari ke-71

Pulang

Akhirnya pondok tempat anakku belajar memulangkan ribuan santrinya, setelah sepekan berusaha maksimal menjaga para santri dari wabah. Memang tak mudah tetap menjalankan rutinitas menimba ilmu sebagaimana biasa. Berbeda dengan sekolah biasa, semua aktivitas pondok adalah praktik amalan melaksanakan sunnah nabi. Konsekuensinya, banyak kegiatan berkumpul, sesuatu yang dihindari saat ini.

Anakku menelepon dengan suara tercekat. Menceritakan proses berpamitan antar santri semalam.

"Maaf, suaraku habis, Umi. Semalam kami bertangisan, entah apakah bisa bertemu lagi. Apalagi temanku yang ayah ibunya dokter. Semua sibuk mengurusi masalah ini. Jadi dia engga tau nanti di rumah sama siapa."

Anakku diam sejenak.

"Dia juga engga tahu apakah bisa bertemu lagi dengan kami, karena saat ini ayahnya pun kemungkinan sudah terkena."

Aku berlinangan air mata mendengarnya. Aku mengingatkannya untuk banyak berterimakasih kepada tim medis. Saat ini mereka sedang berjihad mempertaruhkan nyawa untuk keselamatan orang lain.

Wajar saja jika para pemuda yang berusia di atas 17 tahun itu menangis. Mereka telah bergaul belasan tahun. Susah senang bersama layaknya saudara. Tidak menyangka bakal berpisah dengan kondisi seperti ini. Ini tahun terakhir mereka nyantri di pondok. Ujian terakhir sebagai pengganti ujian nasional entah diadakan kapan. Belum ada kepastian.

Sambil terisak aku menyemangati putraku. Bahwa ini adalah ujian hidup yang harus dilalui. Kita harus kuat agar selamat. Mereka yang jadi korban pun dijanjikan pahala yang besar atas kesabaran menerima takdir Tuhan.

Tak lupa kutitip pesan apa saja yang harus dilakukan saat perjalanan kembali ke Cileungsi. Bersyukur pihak pondok menyediakan delapan bus untuk perpulangan santri. Bus-bus itu dikondisikan aman selama perjalanan. Sebelum siswa masuk, bus disemprot desinfektan. Makanan dan minuman disediakan sehingga tak perlu berhenti untuk makan.

"Sebelum masuk rumah, nanti Mas harus cuci kaki dan tangan pakai sabun, langsung ke kamar mandi bersihkan seluruh badan. Baru nanti salim sama Umi, Abi, dan adik-adik.

Sesungguhnya dia menempuh resiko pulang, karena Bogor sudah termasuk RedZone. Namun, tebak apa katanya?

"Aku nanti diam di kamar depan aja selama 14 hari. Takutnya bawa resiko buat keluarga."

Masyaallah.

Cileungsi, 25 Maret 2020

Siti Alimah Sofyan

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post