Belajar Itu (Harus) Menyenangkan
Hari ke-64
Belajar Itu (Harus) Menyenangkan
Hikmah dari pemberlakuan home-learning, orang tua merasakan beratnya membersamai anak belajar. Ternyata tak mudah menyuruh siswa belajar di rumah. Selama ini orangtua konsentrasi memenuhi kebutuhan jasmani anaknya. Adapun pemenuhan kebutuhan rohani seperti pendidikan diserahkan sepenuhnya ke guru.
Siswa pun sebenarnya lebih senang belajar di sekolah karena banyak teman, tempat bermain yang luas, dan suasana belajar yang menyenangkan.
Pembelajaran menyenangkan tetap harus diupayakan.
Setiap anak berhak belajar dengan gembira.
Jika anak merasa nyaman, maka akan lebih mudah menyerap pembelajaran.
Guru yang cerdas bisa membuat anak semangat belajar dalam keadaan apapun.
Demikian pun orangtua.
Upayakan anak mengerjakan tugas dengan senang.
Jika ada masalah sampaikan pada guru.
Seorang ayah dari seorang siswa menghubungiku. Anaknya piatu, dijaga oleh sang nenek yang menulis nama pun tak bisa. Hanya ayah yang memegang hape. Karena hape dibawa ayah, tugas yang butuh online atau keharusan melaporkan hasil pada siang hari tidak bisa dilakukan.
Itu baru satu contoh. Ada juga orangtua yang sama sekali tidak memegang hape. Jadi tergantung info pada teman sekelas dekat rumah.
Maka guru harus bersikap bijak. Beri pengertian bahwa siswa tetap harus mengerjakan tugas sesuai kemampuannya. Sambil doakan semoga kendalanya bisa teratasi.
Untuk mengantisipasi hal itu, sebelumnya aku berinisiatif membuat lembar kerja untuk satu pekan. Setiap hari siswa mengerjakan tugas sesuai jadwal. Tidak hanya aspek pengetahuan, aku juga memberikan tugas berkaitan keterampilan dan sikap.
Misalnya, membantu ibu memasak sayur sop. Siswa mendata nama tanaman yang digunakan untuk membuat sayur sop, menulis langkah-langkah pembuatan, dan menunjukkan sikap semangat saat membantu ibunya.
Untuk teks bacaan dan latihan soal, bisa dilihat di buku paket yang mereka bawa ke rumah.
Setelah dikerjakan, lembar kerja itu dikumpulkan pekan depannya sambil mengambil lembar kerja berikutnya.
Jangan membayangkan lembar kerja itu hanya kumpulan soal, ya. Di dalamnya kutulis tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan untuk mengembangkan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Sesekali aku menyapa mereka melalui voice note atau tulisan ringkas tentang tugas.
Belajar itu mudah dan menyenangkan.
Jakarta, 18 Maret 2020
Siti Alimah Sofyan
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mantap Bu, pakai lembar kerja menjadikan tugas lebih terarah.
Ya Bu. Terimakasih . Sukses buat kita semua. Semoga keadaan segera pulih.