NYAYIAN KODOK 3
Udara masih terasa dingin. Rintik hujan menyapa lagi. Di bawah payung hujan, masyarakat berduyun-duyun ke mushollah. Aku merasa sangat beruntung berada di tengah orang-orang yang semangat meramaikan mushollah. Menurut orangtuaku, awalnya warga sekitar sulit diajak untuk sholat berjamaah ataupun menghadiri pengajian. Maklumlah, kehidupan yang masih kekurangan memaksa mereka untuk banting tulang. Pergi ke sawah saat subuh belum menyapa dan pulang ke rumah saat matahari akan tenggelam. Bukan mengolah sawah dan ladang sendiri, tapi sebagai buruh. Ditambah lagi jeratan utang pada rentenir.
Alhamdulillah ada pendatang yang suka rela dan memiliki tekad kuat berani mengajak warga. Pak Ilham namanya. Beliau sempat tinggal di Dusun Sugih Waras setahun lamanya lantaran perpindahan tugasnya. Sebagai seorang dokter beliau ada di hati warga. Tak pernah menolak panggilan warga walau tengah malam dan selalu siap membantu kebutuhan warga dalam bentuk apapun. Anak-anak kecilpun senang kepada beliau. Belajar dan bertanya pelajaran di sekolah yang tidak bisa pun dilayaninya. Istrinya sangat mendukung dan senantiasa menyediakan minuman atau sekadar gorengan untuk anak-anak yang sedang belajar. Jika Pak Ilham sibuk, maka istrinya menggantikan perannya sebagai guru.
Meluluhkan hati warga melalui anak-anak kecil yang belajar di rumahnya itulah yang ditempuh Pak Ilham. Anak-anak saat terdengar adzan magrib ditemaninya ke musholla. lambat laun anak-anak menjadi terbiasa walau Pak Ilham tengah tak bersamanya. Lomba kecil-kecilan diadakan agar anak-anak lebih semangat dan orangtuanya bangga melihat anak-anaknya. Beliau juga sering hadir dalam acara rapat yang diadakan oleh kepala RT. Sampai akhirnya Pak Ilham mengajak Pak Zainul, warga asli dusun Sugih Waras untuk mau mengajar mengaji di mushollah tidak di rumah. Gayung bersambut. Sayangnya, Pak Ilham tidak lama tinggal di dusun Sugih waras, beliau harus pindah tugas ke luar Jawa. Namun demikia, kebaikan Pak Ilham selalu dikenang warga. Beliau yang mengantarkan cahaya di dudun Sugih waras. Cahaya kedamaian hati
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar