'Hanya Sebatas Waktu'
By. Shodia Rentiga Asa
Hitungan tampa tanda dan aksara,
Pada penjumlahan yang diukur waktu.
Jelaslah tiada hasil yang tertera.
Selain mengisahkan seutas kisah
Pada perjalanan singkat ketika itu.
Saudara
Waktu begitu cepat berlalu
Dengan putaran kisah tiada batas
Pada relung rasa yang kian beku
Menumpas rindu sesaat saja.
Di satu ayunan pada terpaan angin, menyuarakan kasih tiada terlerai.
Menyapa seraya menerima senyum di ruas bibir itu.
Indah dan sangat menyenangkan.
Manakala senja beralih malam.
Rangkaian kata dalam tegur menerpa daun telinga.
Tapi, itu hanya sesaat.
Pergi dan menyisakan kelumat rindu untuk bersama lagi.
Di dua telapak tangan, menempel halusnya jemarimu.
Merambat hingga melingkar di sanubari.
Bergelut untuk satukan rasa.
Bahwa kita bersaudara.
Di situ, di ujung senja yang memukau penat.
Masih disisakan raga untuk melangkah.
Menelusuri kafe satu ke lainnya.
Untuk satukan selera.
Kenangan itu yang muncul dengan geloranya.
Di pinggir belukar dan tetaman yang indah.
Dikayuh rantai kehidupan, untuk bisa terulang lagi.
Bersua denganmu Saudaraku.
Padang, Maret 2023.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mantap, sukses Bu
Alhamdulillah. Makasih Bu. Salam.
Alhamdulillah. Makasih Bu. Salam.
Alhamdulillah. Makasih Bu. Salam.
Alhamdulillah. Makasih Bu. Salam.